Pembuatan-Parsel

Ada Larangan Mudik, Jasa Pembuatan Parsel Banjir Order

TIMESINDONESIA, CIREBON – Pemerintah menganjurkan Larangan pegangan dan lebaran di sendi saja. Hal ini mendatangkan berkah tersendiri bagi zona Usaha Mikro Kecil Membuang (UMKM) di Cirebon. UMKM yang bergerak di dunia jasa pembuatan parsel, hampers dan buket di Cirebon ini meraup keuntungan yang fantastis dari hari-hari biasanya.

Owner Muvi Craft, Vica mengatakan, hadiah parcel lebaran ramai dipesan untuk mengirim ucapan Keadaan Raya Idul Fitri. Sebab tidak bisa bersilaturahmi tepat di tengah larangan pegangan karena pandemi covid-19.

Menurutnya, situasi pandemi covid-19 yang tidak memungkinkan buat bersilaturahmi langsung tetap bisa disambung dengan saling berkirim parcel atau hampers.

“Hampers dan buket ini sebagai ucapan selamat hari sundal idul fitri untuk orang-orang terkasih, yang belum tahu bersilaturahmi secara langsung, ” ujarnya pada TIMES Indonesia, Rabu (12/5/2021).

Dalam penjualannya selama lebaran, Vica mendapatkan kenaikan order sebanyak 80 persen dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Uluran tangan pembuatan hampers dan parcel ini pun cukup dirogoh dengan harga Rp 100 sampai dengan Rp 300 ribu untuk per bingkisan.

“Harga tersebut belum termasuk isi parcel ya, ini juga bersandar kesulitan dari pesanan engkau dibuat seperti apa, ” imbuhnya.

Selain parcel dan hampers, buket kekayaan sebagai kado ucapan keadaan raya pun kerap menjelma pilihan para pelanggannya. Dalam proses pembuatannya kreativitas serta teknik keterampilan melipat menjelma dasar untuk merangkai parcel, hampers, maupun buket.

“Dalam momentum lebaran ini, kita isi dengan berbagai moment kebahagiaan. Salah satunya dengan memberikan parsel atau bingkisan untuk karakter terkasih, dan menyambung silaturahmi melalui bingkisan ini, ” ucapnya. (*)