Bawaslu Gresik Minta KPU Laksanakan Coklit Sesuai Aturan

TIMESINDONESIA, GRESIK – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Gresik, Jawa Timur menodong Komisi Pemilihan Umum Daerah melaksanakan pencocokan dan penelitian (Coklit) cocok aturan yang berlaku.

Sebagaimana diketahui, gelaran Pilkada spontan 2020 Pilkada ini memasuki tahapan coklit. Sesuai jadwal, tahapan coklit dimulai sejak 15 Juli 2020 sampai dengan 13 Agustus 2020.

Coklit dilakukan sebab Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) berdasarkan SK dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik.

Sayangnya, sejak dimulai coklit sampai hari ini, Selasa (21/7/2020), Bawaslu Gresik menemukan banyak pelangaran yang dilakukan oleh PPDP. Antaralain, ada PPDP yang belum mengabulkan coklit sama sekali.

“Kami menemukan ada 11 PPDP dari Kecamatan Menganti yang belum melakukan coklit. Rinciannya, 4 aparat dari Desa Drancang, 4 lantaran Desa Kepatihan, 2 dari Desa Pelem Watu, dan 1 sebab Desa Hendrosari, ” beber Syafi’ Jamhari, Kordiv Pengawasan dan Ikatan antar Lembaga Bawaslu Gresik, Rabu (22/7/2020).

Tidak hanya itu, Bawaslu Gresik juga menemukan PPDP yang tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat coklit. Hal itu terjadi di Kecamatan Dukun, Desa Lowayu TPS 09. Sedangkan di TPS 01 Daerah Pedagangan Kecamatan Wringin Anom ditemukan dugaan pelanggaran coklit tidak dikerjakan oleh PPDP, tetapi dilakukan orang lain.

“Kami serupa menemukan PPDP yang tidak menodong dokumen kependudukan saat coklit. Antaralain Kecamatan Benjeng Desa Metatu TPS 09, Kecamatan Kebomas Desa Kawisanyar TPS 02, dan Kecamatan Gresik Desa Gapuro Sukolilo TPS 03, ” ungkapnya.

Diungkap Jamhari, temuan pelanggaran lainnya berlaku di Kecamatan Wringinanom Desa Pedagangan TPS 01 adanya stiker AA2 KWK yang ditempelkan oleh Kepala RT di rumah-rumah warga minus melakukan coklit dan tanpa ditandatangani oleh pemilik rumah.

“Ada juga PPDP yang tidak menyandingkan KK pemilih dengan A-KWK. Hal ini kami temukan pada Kecamatan Benjeng Desa Metatu TPS 09, Kecamatan Kebomas Desa Kawisanyar TPS 02, dan Kecamatan Gresik Desa Gapuro Sukolilo TPS 03, ” imbuh Jamhari.

Terkait temuan ini, Ketua Bawaslu Gresik Moch Imron Rosyadi menetapkan, pihaknya sudah memberikan teguran sekaligus menyurati KPU agar secepatnya membenarkan proses coklit yang sudah dikerjakan PPDP.

“Kita seimbang lurus. Kita kirim saran pemeriksaan secara tertulis, baik Panwascam mengirim saran perbaikan ke PPK, maupun Bawaslu mengirim saran perbaikan ke KPU, agar tidak menjadi urusan di kemudian hari, ” katanya serius.

Untuk itu, pihaknya telah mengerahkan jajaran Bawaslu Gresik mengawasi petugas pemutakhiran masukan pemilih guna memastikan prosedur coklit dilaksanakan sesuai aturan. (*)