Biar Harga Kedelai Naik, Pabrik Terang Tertua di Surabaya Masih Menetap

Biar Harga Kedelai Naik, Pabrik Terang Tertua di Surabaya Masih Menetap

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Harga Kedelai dalam pasaran melonjak tinggi. Harga kedelai dari Rp 7. 200 melonjak hingga Rp 9. 000 bagi kilogramnya. Meski harga kedelai meroket, tak membuat pabrik tahu tertua di Surabaya berhenti beroperasi.

UD Sumber Kencana merupakan pabrik tahu di Surabaya dengan sudah berdiri sejak 1952. Di dalam produksinya, pabrik tahu ini masih menggunakan peralatan tradisional.

Meski harga kedelai naik, pada sehari pabrik tahu UD Sumber Kencana bisa membuat 200 kg tahu.

Pemiliki pabrik tahu yakni Riani yang lumrah oleh banyak tengkulak dan penyalur tahu Surabaya sebagai Mami Terang adalah pemilik generasi ketiga UD Sumber Kencana.

Riani mengatakan selama harga kedelai melonjak, ia sama sekali tak mengurangi kuantitas pembuatan tahunya. Ia cuma mengakali dengan menaikkan harganya sedikit hanya naik Rp. 10 seperseribu permasaknya.

“Dulu permasaknya harganya 180 ribu, aku naikkan jadi sekarang 190 ribu permasaknya, ” ujar Mami tahu, Senin (4/12/2020).

Meroketnya nilai kedelai di pasaran, Mami Terang pun memberi penjelasan kepada para-para pelanggannya bahwa harga kedelai medium naik. Menanggapi hal tersebut para-para langangganan tahunya tak ada komentar apa-apa.

“Terus hamba bilang ke bakulku, harga kedelai naik ini gimana? Ya mereka bilang jangan dinaikkan, terus tersebut tak kurangi gimana bahan bakunya, tahunya agak tipis sedikit. Mereka mau ngerti semua bakulku, ” tambah Mami Tahu.

Terkait harga kedelai yang meroket, Mami Tahu tidak mendapatkan sosialisasi apapun dari pemerintah. Ia pula mengatakan tidak pernah mendapat imbalan apapun dari pemerintah.

Selama harga kedelai naik, tahu-tahu dari luar Surabaya banyak yang tidak masuk ke Surabaya. Situasi ini justru berdampak baik pada penjualan tahu di pabriknya. “Omsetnya naik selama 3 hari terangkat 100 persen, ” terangnya.

Selama ini, supplier bakal baku kedelai pabriknya adalah sejak Surabaya. “Kedelai bukan gak ada, banyak cuma harganya mahal selalu, ” kata Mami Tahu.

“Ya semoga Covid lekas berakhir, agar bisa seperti dulu dan semoga dari pemerintah menanggapi kami, karena usaha kami muncul sejak 1952 semoga harga kedelai murah dan usaha kami piawai, ” harap pemilik pabrik terang tertua di Surabaya itu. (*)