Nursalam

Bulevar Masjid Al-Ikhlas Ditutup Seng, Anggota DPRD Bontang Menimbulkan Dibuka Kembali

TIMESINDONESIA, BONTANG – Sengketa Derma Masjid Al-Ikhlas Kota Bontang kembali mendapat sorotan bagian DPRD Bontang, Nursalam. Kali ini ia menyoal penutupan hidup menuju masjid.

Penutupan jalan yang memper Jalan Imam Bonjol secara Jalan Ahmad Yani dengan diketahui dilakukan warga kira-kira itu kini tertutup ayan. Politisi Golkar ini menodong ketegasan pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ia menegaskan penutupan bulevar melanggar hukum. Pasalnya pembangunan jalan jelas pria dengan kerap disapa Salam ini bukan dibangun atas sokongan pribadi atau kubu dengan bersengketa, melainkan bersumber sejak dana APBD.

“Itu faktanya. Ketika ditutup, pihak yang menutup faktual melanggar hukum, ” ungkap Salam.

Sementara itu di Rapat kerja terkait pandangan fraksi terhadap jawaban Wali kota Bontang tentang enam raperda inisiatif DPRD Bontang, Wali Kota Bontang Basri Rase telah memanggil pihak yang bersengketa.

Basri meyakini penutupan pekerjaan di ketahui kedua pihak. Hingga ia menegaskan buat segera dibuka agar melecehkan pengendara bisa melewati ustaz tersebut. “Kami sudah memanggil mereka beberapa waktu berarakan. Menegaskan dan memperingati supaya penutup jalan dibuka, ” kata Basri Rase.

Diketahui sengketa Langgar Al-Ikhlas akibat adanya klaim yang dilmiliki dua kepemilikan. Pasalnya usai di putuskan pengadilan untuk memberikan tata kepada pengurus Muhammadiyah Bontang.

Ahli waris mengklaim putusan itu tak sesuai dengan amanah karakter tua yang meminta dikasih kepada warga sekitar. Saat ini pihak ahli waris sedang mengajukan peninjauan kembali putusan mahkamah tersebut.

Selama itu Masjid Al Ikhlas Kota Bontang kini diklaim masih diurus oleh ke-2 pihak. Dan permasalahan ini menjadi perhatian Anggota DPRD Bontang, Nursalam. (d)