Butuh 1. 620 Relawan, Wali Tanah air Bandung Dukung Uji Klinis Vaksin Covid-19

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mendukung proses uji klinis vaksin Covid-19 atau virus corona. Oded menyatakan dukungannya usai bertemu dengan tim peneliti vaksin yang dipimpin oleh Kusnandi Rusmil, professor lantaran Universitas Padjadjaran (Unpad) di Bangsal Kota Bandung, Senin (17/7/2020).

Selain karena sudah meninggalkan prosedur penelitian yang seharusnya, uji klinis vaksin semacam ini selalu bukan hal yang baru. Unpad dan Biofarma, perusahaan plat abang produsen vaksin, sudah sering melayani uji klinis vaksin yang membabitkan warga Kota Bandung.

“Karena ini merupakan program untuk memberikan manfaat untuk warga Bandung dan Indonesia, tentu kami sangat mendukung program ini. Sesungguhnya, vaksin itu mayoritas dilaksanakan di Praja Bandung penelitiannya. Artinya program itu sudah terbiasa, ” tutur Oded.

Kali ini, karena vaksin yang diujikan adalah buat menangani pandemi global di Indonesia. Terlebih ini merupakan mandat tepat dari Presiden RI Joko Widodo, maka Oded merasa harus masuk langsung memastikan proses uji klinis ini berjalan dengan baik serta lancar.

“Sesungguhnya lantaran dulu juga Biofarma sudah biasa melakukan uji klinis, tapi laporannya paling hanya sampai kepala jawatan. Karena ini virus corona & dari Pak Presiden, sehingga Mang Oded sebagai wali kota kudu tahu, ” imbuhnya.

Seperti diketahui, uji klinis itu akan dipusatkan di enam tempat, yaitu rumah sakit kedokteran Universitas Padjadjaran, Balai Kesehatan Universitas Padjadjaran, Puskesmas Garuda, Dago, Sukaparkir, serta Puskesmas Ciumbuleuit.

Menurut Prof. Kusnandi Rusmil, saat ini tim peneliti masih menunggu tulisan persetujuan dari Komite Etik buat memulai pengujian. Jika surat tersebut sudah terbit, tim peneliti hendak mulai membuka pendaftaran bagi relawan yang ingin mengikuti uji klinis ini. Sebanyak 1. 620 relawan dibutuhkan pada uji klinis periode ketiga ini.

Para relawan yang bisa mengikuti tes klinis ini adalah mereka dengan berusia antara 18-59 tahun & memiliki kondisi fisik yang rupawan. Mereka akan diperiksa oleh sinse spesialis penyakit dalam sebelum diberi suntik vaksin. Setelah itu, tim peneliti akan memantau kondisi kesehatan tubuh relawan selama 6-8 bulan.

“Nanti ada yang muncul untuk diambil darah. Ada yang melalui telepon, karena sekarang seluruh orang punya HP (handphone) membentuk, ” ujarnya.

Kusnandi menjelaskan, vaksin Covid-19 yang akan diujikan merupakan jenis virus yang dimatikan, sehingga aman untuk dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Selain itu, vaksin ini pun halal karena tidak mengandung bahan-bahan non halal dan telah tersertifikasi. “Insyaallah aman, ” ucapnya. (*)