cek-fakta-jenazah-covid

#@@#@!![CEK FAKTA] Video Ratusan Kantong Jenazah Covid-19 Isinya Kertas

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar informasi berupa video dengan permintaan bahwa 450 kantong jenazah Covid-19 hanya berisi kertas. Informasi tersebut diunggah oleh akun Facebook Minel Minell Bișa.

Beserta narasi yang menyertai gambar:

“450 de “morti de covid”.
De fapt, erau 450 de saci umpluti cu hârtie.
Kehendak este in toată lumea. ”

(“450 “kematian sebab covid”. Padahal, ada 450 kantong berisi kertas. Begitulah yang terjadi di segenap dunia. ” terjemahan)

Informasi tersebut telah memiliki 10 komentar, 45 kali dibagikan.

Sumber: Tahanan layar Facebook

CEK FAKTA

Penelusuran Tim Cek Bahan melalui mesin pencari ditemukan bahwa video tersebut berlokasikan di Venezuela.

Video tersebut merupakan gerak-gerik mahasiswa kedokteran Universidad Central de Venezuela dengan sak jenazah berisi kertas sebagai bentuk protes banyaknya nakes yang meninggal akibat Covid-19 pada 6 April 2021.

Mengutip artikel cek fakta tempo. co, video tersebut merupakan aktivitas unjuk rasa mahasiswa kedokteran Universidad Central de Venezuela pada 6 April 2021. Aksi unjuk rasa menggunakan properti berupa beberapa sak hitam berisikan kertas, sebagai bentuk protes banyaknya gaya kesehatan yang meninggal sebab Covid-19, serta terbatasnya vaksin Covid-19 untuk tenaga kesehatan.

Sumber: Keliru, Permintaan Ini Video Ratusan Karung Jenazah Covid-19 Palsu dengan Berisi Kertas | Tempo

Aksi unjuk rasa itu juga diliput oleh media radio Caracas dan stasiun televisi El Pitazo dalam 6 April 2021 dengan beberapa foto dan gambar yang menampilkan hal yang serupa dengan video dengan diklaim adalah 450 kantong jenazah Covid-19 berisikan kertas.

Sumber:

Twitter/@RCR750

Twitter/@ElPitazoTV

KESIMPULAN

Informasi yang menyebut bahwa video 450 kantong jenazah Covid-19 berisi kertas adalah salah.

Menurut misinformasi serta disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut tercatat dalam kategori misleading content (konten menyesatkan). Misleading content terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis tersebut dibuat secara sengaja & diharap mampu menggiring pemikiran sesuai dengan kehendak perakit informasi.

Misleading content dibentuk dengan jalan memanfaatkan informasi asli, semacam gambar, pernyataan resmi, ataupun statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tak memiliki hubungan dengan situasi aslinya.

—-

Melihat Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online dengan sudah terverifikasi faktual pada Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerjasama secara 21 media nasional & lokal, untuk memverifikasi bervariasi informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki data seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan testimoni, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Nusantara di email: redaksi. [email protected] com atau [email protected] co. id (*)