Cumi-Cumi, Seafood Favorit yang Kaya Khasiat

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Cumi-cumi menjadi salah satu menu kesayangan para pencinta seafood. Dagingnya yang kenyal dan gurih tidak cuma menggugah selera, ternyata cumi-cumi selalu memiliki kandungan gizi yang pas lengkap. Dilansir dari Hello Bugar, berikut manfaat cumi-cumi untuk kesehatan tubuh.

Menurunkan Kolesterol

Cumi mentah memiliki mutlak kandungan lemak dan kalori yang sangat rendah. Setiap 100 gram cumi-cumi hanya mengandung 1, dua gram lemak total, tapi cuma 0, 5 gram saja yang merupakan lemak jenuh. Kandungan lemak sehat pada cumi-cumi ini membangun mengurangi kolesterol tinggi dengan meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan memelihara kesehatan kardiovaskular (jantung dan bumbung darah).

Selain tersebut, lemak tak jenuh berfungsi sebagai sumber energi yang baik bagi tubuh. Lemak tak jenuh juga membantu tubuh menyerap jenis-jenis vitamin yang larut dalam lemak, misalnya vitamin A, D, E & K.

Membangun Otot

Cumi-cumi merupakan sumber protein yang baik. Setiap 100 gram cumi-cumi menyediakan 16 gram protein, atau sekitar 30 upah dari nilai asupan harian dengan dibutuhkan pria dewasa. Protein itu dibutuhkan tubuh dalam membangun otot yang sehat, tetapi juga penting untuk diet karena membantu mengatur nafsu makan. Tubuh memproses protein secara perlahan sehingga perut akan terasa kenyang lebih lama.

Memenuhi Kebutuhan Vitamin

Manfaat cumi-cumi lainnya merupakan memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian tubuh. Setiap 100 rencana cumi-cumi mengandung sedikitnya 10 mcg vitamin A, 56 mcg vitamin B6, 1, 3 mcg vitamin B12, 4, 7 mg vitamin C, dan 1, 2 mg vitamin E. Selain vitamin-vitamin tersebut, kandungan mineral yang bisa didapatkan antara lain 32 mg kalsium, 680 mcg zat besi, 33 mg magnesium, dan 44 mg sodium setiap 100 gram cumi-cumi. Vitamin dan mineral tersebut memegang peranan penting dalam perkembangan tubuh.

Rendah Kandungan Merkuri

Keamanan pangan bahar selalu menjadi kekhawatiran banyak orang karena bahaya merkuri yang menjatuhkan di baliknya. Merkuri telah periode diketahui dapat berdampak buruk pada sistem saraf tubuh. Menurut masukan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Konsorsium (EPA), kandungan merkuri pada cumi-cumi termasuk rendah dan tidak dalam tingkatan yang membahayakan sehingga aman untuk dikonsumsi.

Meski memiliki banyak manfaat dan tenang untuk kesehatan, sebaiknya Anda lestari membatasi jumlah konsumsi cumi-cumi. Mengonsumsi cumi-cumi yang salah pengolahannya bisa berdampak pada tingkat kolesterol Anda. (*)