aliran-air-sungai-Cibarunjan

Destinasi Wisata Lobang Timah di Ciamis Butuh Sentuhan Profesional

TIMESINDONESIA, CIAMIS – Salah satu potensi wisata alam di Kabupaten Ciamis yang perlu dikembangkan dan dikelola secara profesional adalah Lobang Timah Gunung Bongkok. Destinasi wisata yang berada di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti memiliki daya tarik tersendiri.

Pembangunan dan pengembangan pariwisata perlu tanggap terhadap minat wisatawan. Selain itu, keterlibatan langsung masyarakat lokal dalam perlindungan dan pengelolaannya dalam meningkatkan kesejahteraan dan penyerapan SDM.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Budi Kurnia, S.Ag, MM, membenarkan hal tersebut.

“Memang saat ini banyak bermunculan desa wisata yang berbasis pada potensi keindahan alam, dan menjadi lumbung wisata. Pengelolaan wisata perlu berorientasi pada kearifan budaya lokal dan lingkungan,” jelasnya.

Menurut Budi, di Kecamatan Cihaurbeuti, Panumbangan dan Panjalu, Kabupaten Ciamis ada 139 tempat wisata, dimana 59 tempat wisata berbasis budaya dan 80 tempat wisata berbasis potensi alam yang dikelola oleh Kelompok Sadar  Wisata (POKDARWIS).

Budi menjelaskan, upaya yang sedang dilakukan Dinas Pariwisata terhadap pengembangan dan pengelolaan wisata sumber daya alam harus diarahkan agar dapat memenuhi aspek ekonomi, sosial dan estetika.

“Sekaligus dapat menjaga keutuhan dan atau kelestarian ekologi, keanekaragaman hayati, budaya serta sistem kehidupan, kita tidak akan mengubah itu karena itu yang menjadi modal, kita bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis yang mempunyai sumber daya manusia sebanyak 32 orang, semoga kelestarian dan budaya akan tetap terjaga,” paparnya.

Salah satu potensi wisata alam di Ciamis yang perlu dikembangkan dan dikelola adalah Lobang Timah Gunung Bongkok. Destinasi wisata yang berada di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, memiliki daya tarik tersendiri.

Lokasi ini berada di ketinggian 835 mdpl yang dilingkupi Hutan Pinus yang dibelah oleh aliran sungai Cibarunjan yang sangat jernih dan alami. Lokasi Wisata ini dapat ditempuh kurang lebih 45 menit dari Kota Tasikmalaya atau kurang lebih 14 KM.

Selain menyajikan kesejukan air aliran sungai cibarunjan, lokasi wisata desa ini juga menawarkan wisata perkebunan hortikultura di mana sepanjang jalan sejauh 4 KM terhampar perkebunan tomat, kol, cabai, dan kucai.

“Apabila potensi wisata ini dikemas secara baik akan menjadi satu sajian wisata edukasi, terutama bagi anak-anak isa dijadikan wahana petik buah dan sayur,” ujarnya.

Satu sajian wisata yang sudah berjalan di lokasi ini adalah track wisata sepeda gunung. Jalur ini  merupakan satu jalur primadona bagi para pecinta sepeda Gunung yang ada di Kota Tasikmalaya bahkan dari Kota Bandung dan Jakarta.

Setelah mengayuh sepeda, para wisatawan bisa juga menikmati air Lahang (air olahan bahan gula aren) yang tersedia di saung saung penyadap yang tersebar di tepi Hutan Gunung Bongkok.

Namun, dari beberapa potensi wisata yang terpendam di lokasi ini, ada satu kekhawatiran terhadap dampak dari banyaknya wisatawan yang datang.

Di antaranya, persoalan sampah yang merusak keasrian dan keindahan alam. Bahkan, masalah sampah akan menjadi persoalan terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan.

Hal itu disampaikan Aton (47) petani penggarap di wilayah desa Sukamaju. “Semestinya kalau tempat ini dijadikan tempat wisata harus ada yang mengelola secara baik, seperti Karang Taruna atau Pengurus Desa,” paparnya.

Dengan adanya pengurus, lanjut Aton, permasalahan sampah bisa diselesaikan. Gaji pengurus dapat diambil dari retribusi masuk ke lokasi ini, tapi sekarang masalah sampah tidak ada yang bertanggungjawab.

“Akhirnya kami para petani penggarap di sini yang membersihkan walaupun agak kewalahan,” ujarnya terkait potensi wisata Lobang Timah di Kabupaten Ciamis. (*)