Ekspor-perdana

Ekspor ke Jepang Januari 2021, Pemprov Sulut Sumbang Devisa Rp 3, 23 Miliar

TIMESINDONESIA, MANADO – Negeri Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) berhasil menyumbang devisa senilai 232. 706 USD atau setara dengan Rp3, 23 miliar dikirim ke Jepang lewat direct call ekspor yang terbagi dalam 4 flight. Selasa (23/2/2021).

Peristiwa itu terdata pada Kanwil DJBC Sulbagtara selama Januari 2021, dimana tercatat, sebanyak 65, 5 ton (65. 512, 50 kg) komoditas perikanan (ikan tuna) dan pertanian (rempah-rempah) Sulut.

Tersebut merupakan komitmen kuat Gubernur Olly dan Wagub Kandouw untuk menjadikan Sulut sebagai superhub Indonesia Bagian Timur dengan menjaga kontinuitas direct callekspor (ekspor langsung) dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Narita Jepang yang dilaunching pada September 2020.

Nilai direct call ekspor Sulut ke Jepang terus meningkat. Bilamana dilaunching sebanyak 12, 2 ton komoditas perikanan dan pertanian Sulut diekspor ke Jepang.

Pengiriman komoditi ke Jepang lewat direct callekspor itu selang Januari 2021 terbagi dalam 4 flight yakni.

  • Flight I 06/01/2021, Tonase 31. 571, 00 kg, Devisa (USD) 63, 494. 95.
  • Flight II 13/01/2021, Tonase 5. 672, 70 kg, Devisa (USD) 49, 687. 17.
  • Flight III 20/01/2021, Tonase 16. 351 kg, Devisa (USD) 50 67, 907. 25.
  • Flight IV 27/01/2021, Tonase 11. 917, 30 kg, Devisa (USD) 51, 616. 65.

Diketahui, ekspor barang Sulut secara langsung dari Manado ke Jepang melalui maskapai Garuda Indonesia merupakan langkah nyata negeri untuk bersinergi dengan industri pengerjaan, stakeholder, instansi vertikal serta maskapai penerbangan untuk dapat mendistribusikan komoditi perikanan serta komoditi lainnya ke negara tujuan secara langsung secara harapan akan mengurangi biaya pemindahan serta mutu yang terjaga.

Sebelumnya ekspor komoditas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih meniti pelabuhan udara di Jakarta ataupun Surabaya, padahal negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Jepang dengan secara geografis lebih dekat Manado dibanding dari Jakarta/Surabaya, sehingga tidak efisien dan menyebabkan tingginya ongkos logistik dan lamanya waktu transmisi karena harus transit 24-30 tanda.

Hal ini berdampak pada harga produk di rekan luar negeri menjadi mahal & kualitas barang turun. Padahal komoditas perikanan membutuhkan kondisi segar tenggat tiba di negara tujuan.

Gubernur Olly optimis terobosan ini akan memberikan pengaruh dengan baik dalam pembangunan sektor kemaritiman dan perekonomian di daerah Dunia Nyiur Melambai dan menjadikan Sulut Maju dan Sejahtera sebagai Kesempatan Gerbang Indonesia ke Asia Pasifik seperti visi kepemimpinannya bersama Wagub Kandouw di periode 2021-2024.

“Semoga ini berjalan terus sehingga bermanfaat banyak bagi masyarakat Sulut dan sekitarnya tapi lebih khususnya tentunya bermanfaat bagi NKRI karena terbuka pintu baru untuk ekspor keluar daerah di luar dibanding yang sudah ada selama tersebut, semoga Tuhan memberkati kita semua, ” kata orang nomor kepala di Pemprov Sulut ini. (*)