PUPR-6

Gajah PUPR RI Instruksikan Penanganan Lekas Bendungan Cipancuh

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (Menteri PUPR RI) Basuki Hadimuljono melakukan pengecekan Tambak Cipancuh di Gantar, Indramayu terpaut bencana banjir di wilayah sekitarnya pada Rabu (10/2/2021).

Dari hasil kunjungan, Menteri Basuki menginstruksikan segera dilakukan perbaikan kerusakan akibat terjadinya pergeseran dan amblasnya tanggul luar bendungan tersebut.

Dalam penanganannya Menteri Basuki menginstruksikan agar melibatkan Ahli Geoteknik Bendungan untuk dapat memberikan pola penanganan darurat.

“Waduk Cipancuh di Indramayu terjadi longsor di tanggul luar dan limpas salurannya, ini waduk yang dibuat sejak zaman Belanda sekitar tahun 1927 yang serupa sudah direhabilitasi 10 tahun yang lalu. Saya minta agar segera ditangani, ini kondisi mendesak karena menyangkut ratusan ribu nyawa dalam hilir bendungan, ” kata Menteri Basuki.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR RI Jarot Widyoko mengucapkan, akan melibatkan BUMN Karya yaitu PT. Wijaya Karya untuk positif pelaksanaan perbaikan Bendungan Cipancuh.

“Hal ini karena Wika sebagai BUMN yang sedang mengerjakan proyek terdekat (Bendungan Sadawarna dan Bendungan Cipanas) sebagai pelaksana, ” ujar Jarot.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ditjen SDA Kementerian PUPR RI Anang Muchlis mengatakan telah mengambil langkah-langkah darurat untuk terjadinya penurunan muka air waduk dengan membuka pintu intake irigasi dan dibantu 3 pompa banjir dari BBWS Citarum dan 1 pompa dari BBWS Cimanuk.

“Kami pula sudah memobilisasi 2 excavator, 8 Dump Truck, mobilisasi bronjong dan batu, sambil memfinalkan desain penanganan dan metoda kerja dengan konsultan dan kontraktor, ” ujarnya.

Debit air Bendungan Cipancuh pasca hujan dengan intensitas pas tinggi pada 7-8 Februari 2021 lalu mengakibatkan terjadinya pergerakan bagian bronjong pada kaki tanggul arah luar serta amblasnya lereng tanggul sedalam 1, 5 meter secara panjang 50 meter. Akibat peristiwa tersebut, sebagian warga di kira-kira area waduk sudah mengungsi. (*)