Gubernur Jatim Khofifah: 2021 Pramuka Jatim Produktif

Gubernur Jatim Khofifah: 2021 Pramuka Jatim Produktif

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) GP Kwarda Pramuka Provinsi Jawa Timur meminta agar Pramuka mengolah lahan idle milik Pemprov Jatim. Lupa satunya sebagai Bumi Perkemahan atau lokasi Diklat Kepramukaan.

Ide tersebut muncul saat Khofifah melihat produktivitas Pramuka di Kota Madiun. Kota Gadis ini memiliki bumi perkemahan cukup luas. Di Madiun, Pramuka memanfaatkan lahan untuk menanam bunga mawar.

“Ini menurut saya akan lebih memorable, ” kata Khofifah tentang rencana membuat lahan produktif dan dunia perkemahan.

Guna memajukan proses percepatan, Khofifah mengimbau Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perkebunan untuk segera menginventarisir lahan idle tersebut.

Khofifah-Indar-Parawansa-35.jpg

Nantinya lahan idle ini dikelola oleh Pramuka Jatim menjadi lahan produktif. Gubernur Khofifah menyebut jika rekayasa lahan tersebut mampu mendorong kekuatan Pramuka. Salah satunya rencana menggandeng stakeholder jadi mitra.

“Ini hendak menjadi kekuatan Pramuka. Tahun 2021 Pramuka produktif terutama dalam mewujudkan kedaulatan pangan, ” jelasnya era menggelar pertemuan dengan Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil bersama Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan Kepala OPD di Ruang Timur Gedung Negara Grahadi, Sabtu (26/12/2020).

Menurut Khofifah, semasa ini lahan idle merupakan satu diantara permasalahan yang kerap mendapat pancaran dari Komisi B DPRD Jatim.

“Lahan-lahan idle tersebut diapakan. Nah, kalau misalnya kita ketemu setelah diappraisal oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), kita bikin KSO (Kerja Sama Operasional) pinjam pakai, saya rasa ini mau solutif. Nah, titik mana, Kwarcab mana yang memang passionnya disitu, ” ucap Khofifah.

Nantinya, pemanfaatan lahan tersebut disesuaikan dengan passion tiap Kwarcab Pramuka. Misal budi daya air tawar, hidroponik, produksi garam dan lain sebagainya.

Gubernur serupa meminta OPD agar melakukan identifikasi dengan detail sekaligus menjalin partnership meniti program yang tersedia.

“Jadi kata-kata ini semacam pilot project juga bagi OPD. Mampu support paculnya, bisa support pupuknya, bisa support apanya pak. Maka semangat juga rasanya Pramuka untuk bisa mengerjakan lahan-lahan itu, ” tutur Khofifah.

Diketahui, forum tersebut menindaklanjuti pertemuan Arum Sabil dan Gubernur Jatim Khofifah tentang rekayasa lahan di Jawatan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan dalam rencana mengembangkan program Pramuka melalui pemanfaatan lahan Pemprov yang telah bersertifikat.

Gubernur melalui Sekdaprov meminta agar kepala OPD segera menginventarisir lahan produktif. Lahan-lahan tidur ini rencananya akan dimanfaatkan balik.

Khofifah-Indar-Parawansa-36.jpg

Data-data lahan tersebut sebetulnya sudah tersimpan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Namun keterangan detailnya ada di OPD terpaut. Setelah inventarisir selesai, dilanjutkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bentuk hibah atau pinjam pakai.

“Kak Arum Sabil akan membantu Pemprov Jatim dalam rangka rekayasa lahan agar produktif, ” terang Heru.

Pantas instruksi gubernur, Sekdaprov meminta supaya Kepala OPD segera mempersiapkan lahan selambat-lambatnya pada Senin mendatang atau dua hari kerja untuk proses survey. Meliputi peta dan masukan detail. Data itu nantinya diserahkan kepada BPKAD.

“Data tersebut dengan asumsi yang bisa dilakukan rekayasa. Setelah itu dibuat site plan perencanaan, ” nyata Sekdaprov.

Agar memacu proses, lahan-lahan idle yang diidentikasi adalah lahan bersertifikat, bersertifikat akan tetapi tidak bermasalah dan lahan belum bersertifikat dan masih dalam penguasaan orang.

“Hari tersebut kami tugaskan teman-teman untuk segera menginventarisir lahan tersebut. Misal untuk lahan garam, lahan peternakan, lahan perkebunan. Sektor-sektor ini memang harus detail, ” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil mengiakan siap berkolaborasi dengan Pemprov Jatim.

“2, 2 juta anggota Pramuka di Jatim siap mendukung langkah Gubernur Jatim Khofifah. Jika lahan itu memungkinkan buat agrobisnis, mungkin bila berkenan dalam tiga bulan ke depan sesudah ada keputusan itu, berapapun luasnya kami akan action, ” kata pendahuluan Arum. (*)