Gubernur Jatim Resmikan Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan di Kalidawir Sidoarjo

Gubernur Jatim Resmikan Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan di Kalidawir Sidoarjo

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan Yussar Stable and Riding di Kabupaten Sidoarjo.

Wisata edukasi yang diprakarsai oleh atlet berkuda Jawa Timur Zahlul Yussar bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Desa (Apedi) ini, berada pada Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin.

Gubernur Jawa Timur mengapresiasi wisata edukasi ini. Dia berharap wisata ini akan menjadi wadah pembinaan bibit-bibit atlet berkuda & panahan di Kabupaten Sidoarjo.

Tidak hanya itu Khofifah juga mengapresiasi semangat para pemuda desa buat membangkitkan kembali potensi desa dalam kala pandemi Covid 19 itu.

“Memang Desa tersebut dekat dengan semburan lumpur, tetapi saat ini desa ini punya potensi. Apalagi kalau nanti pengembangan wisata edukasi pertanian dan wisata air telah jadi, saya yakin wisata ini akan menjadi potensi besar di Kabupaten Sidoarjo, ” kata Khofifah.

Khofifah mengungkapkan wisata berkuda dan panahan selama ini dikenal sebagai wisata mahal dan hanya orang makmur yang mampu mendapatkannya. Namun di Sidoarjo, wisata ini justru diinisiasi oleh pemuda desa, saya berniat semua lapisan masyarakat dapat memakai, terlebih lagi menjadi tempat pendidikan atlet-atlet muda bertalenta dari Sidoarjo.

“Saya harap ke depannya desa-desa lain dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh Daerah Kalidawir untuk mengelola potensi desanya dan membangkitkan perekonomian warganya. Sebab di kala pandemi ini melanggar, tidak dapat dipungkiri perekonomian masyarakat juga terkena imbasnya. Wisata yang digagas atlet berkuda Jatim ( Zahlul Yussar red) ini sangat menjanjikan, hal ini karena dimana tersedia wisata hidup, maka di situ sektor ekonomi warganya pasti mau hidup, ” harapnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengungkapkan Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak potensi wisata desa. Dalam antaranya Kampung Bebek di Kebonsari, Kampung Kupang Balongdowo, Kampung Bahan olahan di Putat, Kampung Ikan Asap di Penatar Sewu, Dukuh Kolam Pancing di Kedung Banteng, Kampung Tas dan Koper pada Kedensari, dan Kampung Wisata Bahari Tlocor. Semua potensi-potensi tersebut zaman ini tengah dikembangkan oleh Pemkab Sidoarjo.

Hudiyono juga mengajak mengikuti seluruh lapisan elemen masyarakat buat turut serta mendukung dan turut andil dalam pengembangan potensi wisata di desa-desa tersebut. Termasuk wisata edukasi berkuda dan panahan pada Desa Kalidawir tersebut

“Kami menindaklanjuti keinginan masyarakat Kampung Kalidawir dengan membuka akses sejak Desa Kalidawir ke desa-desa tetangga dan pusat Kota Sidoarjo. Sungguh jalannya masih belum rata & perlu sentuhan perbaikan sebab hangat dibuka satu bulan yang lalu. Ke depan nantinya akan dibangun plengsengan di sungai serta akan ada percepatan pembangunan akses pekerjaan dari Timur ke Barat. Pemkab Sidoarjo ingin mengembangkan potensi dukuh. Salah satunya potensi wisata milik desa ini, ” harap Hudiyono.

Sempat Dianggap Daerah Mati Karena Luapan Lumpur, Sekarang Desa Kalidawir Punya Wisata Les

Desa Kalidawir, wadah wisata edukasi berkuda dan panahan Yussar Stable and Riding itu, dulu dianggap sebagai ‘Desa Mati’ karena berdekatan dengan semburan lendut Lapindo.

Sekretaris Kampung Kalidawir, Satukan Effendi mengakui dulunya Desa Kalidawir adalah desa hancur yang tidak memiliki akses mulia ke desa-desa lainnya. Tanah Kas Desa (TKD) yang dimiliki, dulunya tidak produktif selama bertahun-tahun.

Kini dengan hadirnya Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan Yussar Stable and Riding, TKD itu akan dikerjasamakan untuk mengembangkan wisata pertanian dan wisata air yang terintegrasi.

“Kami berusaha untuk bangkit di tengah pandemi ini dengan mengembangkan potensi dengan ada di desa ini. Kehadiran Yussar Stable and Riding hendak membawa efek domino. Tidak cuma berdampak pada perkembangan perekonomian warga desa saja, namun juga pertanian dan pendidikan, ” ujar Satukan.

Penggagas Wisata Les Berkuda dan Panahan Yussar Stable and Riding, Zahlul Yussar menilai keberadaan wisata edukasi ini diharapkan dapat menjadi sarana para olahragawan untuk berkembang. Menurutnya, sudah banyak atlet berkuda dan panahan sejak Sidoarjo yang berprestasi hingga tingkat nasional. Namun di Sidoarjo belum ada infrastruktur yang layak sebagai tempat latihan. Oleh karena tersebut, Yussar Stable and Riding sedia sebagai jawaban.

“Ke depan kami akan mengembangkan Sunnah Sport, yakni berkuda, memanah, serta berenang. Saat ini infrastruktur berkuda dan memanah telah dibangun, ke depan akan dibangun pula kolam renang, ” kata Zahlul Yussar yang juga anggota DPRD Sidoarjo.

Selain menjadi sarana pengembangan para atlet, Zahlul Yussar juga akan mengembangkan wisata ini sebagai wisata edukasi yang melekat. Kelak, di tempat ini akan dibangun pula wisata pertanian, wisata air, outbond, mini zoo, serta spot foto yang instagenic.

“Ada program edukasi nanti seminggu sekali para pengunjung mampu ikut menanam padi. Dengan sejenis, pengunjung khususnya anak-anak, bisa tahu bagaimana cara menanam padi. Karena kalau generasi seterusnya tidak teristimewa tahu cara menanam padi, lalu lahan pertanian semakin tergerus, lantas kita mau makan apa?, ” paparnya.

Keberadaan Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan di Desa Kalidawir yang diresmikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu, digadang menjadi salah satu wisata potensial di Kota Delta. “Dengan demikian, Sidoarjo memiliki beberapa destinasi wisata yang dapat menarik selera wisatawan dari luar kota maupun luar negeri untuk datang berkunjung, ” ujar Zahlul. (*)