Letkol-Arm-Reza-Nur-Patria

Harapan Pembangunan dari Ujung Timur Indonesia Melalui TMMD ke 110

TIMESINDONESIA, JAYAPURA – Tak Tertentu Tak Tok, terdengar pengucapan orang-orang memasang batu bata untuk membuat dinding milik Ibu Wilhelmus Yaluwo pada Kampung Kawagit Distrik Kawagit Kabupaten Boven Digoel. Walaupun cuaca yang cukup terik, orang-orang tersebut tetap secara semangat bahu membahu bekerjasama menyelesaikan pemasangan dinding vila tersebut. Terlihat orang-orang tersebut ada yang menggunakan baju loreng dan ada juga dari warga masyarakat setempat yang ikut bekerja. Sesekali mereka bersenda gurau sehingga pekerjaan yang dilaksanakan menjelma tidak berat.

Cerita di atas tidak merupakan rekayasa ataupun sebuah “setting-an” belaka, namun tersebut adalah kejadian sehari-hari dengan dilaksanakan di Distrik Kawagit Kabupaten Boven Digoel kurang minggu belakangan ini. Ternyata sejak awal Maret 2021, terdapat sekelompok prajurit dan masyarakat yang tidak mengenal lelah, bahu membahu bekerjasama membangun rumah-rumah milik masyarakat. Mereka juga tinggal bersama-sama warga setempat dan berinteraksi secara langsung selama mengakhiri pembangunan rumah-rumah tersebut.

Prajurit-prajurit tersebut ialah prajurit Kodam XVII/Cenderawasih yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-110 Kodim 1711/Boven Digoel yang bertugas di Wilayah Kawagit Kabupaten Boven Digoel. Rumah milik ibu Wilhelmus Yaluwo adalah salah kepala dari delapan rumah yang menjadi sasaran fisik dalam program TMMD ke-110 TA 2021. Selain Kabupen Boven Digoel, di Kabupaten Jayawijaya tepatnya Kampung Ibele, Distrik Ibele juga dilaksanakan kejadian yang sama yaitu adanya kegiatan TMMD ke-110 TA 2021. Adapun yang menjelma sasaran fisik dari agenda TMMD di Kabupaten Jayawijaya adalah pembangunan satu unit barak dan dua unit rumah. Prajurit yang melakukan program TMMD di Kabupaten Jayawijaya tergabung dalam Satgas TMMD ke-110 Kodim 1702/Jayawijaya.

TMMD

Untuk sebagian orang yang belum tahu, pasti bertanya-tanya untuk apa ada sekelompok prajurit berada di tengah-tengah umum dan ikut membangun panti ataupun barak milik warga. Perlu diketahui bahwa kegiatan tersebut merupakan satu diantara program yang telah berlangsung bertambah dari 20 tahun serta setiap tahun rutin dilaksanakan di seluruh wilayah Nusantara. Program TNI Manunggal Mendirikan Desa (TMMD) adalah kalender terpusat dari Mabes TNI yang bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi/Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) lainnya yang bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan pada kabupaten/kota yang berada pada seluruh wilayah Indonesia termasuk di dalamnya Provinsi Papua. Secara bergiliran, kegiatan TMMD dilaksanakan dari 1 kabupaten/kota ke kabupaten/kota lainnya di setiap tahunnya.

Agenda TMMD ke-110 TA 2021 kali ini dilaksanakan dengan simultan di 50 Kabupten/kota yang dilaksanakan selama 30 hari sejak tanggal dua Maret sd 31 Maret 2021. Di Provinsi Papua, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kodim 1702/Jayawijaya berlokasi pada Kampung Ibele Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya dan Kodim 1711/Boven Digoel di Daerah Kawagit Kabupaten Boven Digoel. Selain sasaran fisik berupa pembangunan rumah dan kemah, terdapat juga sasaran non fisik berupa penyuluhan kepada warga setempat dengan jalan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat.

Beberapa kegiatan penyuluhan yang menjadi sasaran non fisik dilaksanakan secara bersamaan dengan sasaran fisik dalam program TMMD ke-110. Di Distrik Kawagit Kabupaten Boven Digoel beberapa kegiatan bahan non fisik yang dijalankan diantaranya adalah penyuluhan pelihara negara, wawasan kebangsaan, bahaya terorisme/paham radikalisme dan sosialisasi penerimaan prajurit TNI oleh Kodim 1711/Boven Digoel; Penyuluhan hukum dan kamtibmas berfungsi sama dengan Polres Boven Digoel; Penyuluhan pendidikan oleh Dinas Pendidikan Kab Boven Digoel; Penyuluhan keagamaan oleh tokoh agama setempat; Serta Penyuluhan pertanian diisi oleh Dinas Pertanian Kab Boven Digoel. Demikian halnya dengan pelaksanaan sasaran non fisik di Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya, kegiatan yang dijalankan adalah penyuluhan kesehatan, Posyandu, Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) dan stunting oleh jawatan Kesehatan; Penyuluhan wawasan kebangsaan oleh Kodim 1702/Jayawijaya; Pengarahan pertanian/peternakan oleh Dinas Pertanian Kab Jayawijaya; Penyuluhan kesadaran hukum oleh Polres Jayawijaya.

TMMD 2

Kegiatan TMMD ialah penjabaran dari jati muncul TNI dimana TNI datang dari rakyat, oleh anak buah dan untuk rakyat dengan dituangkan dalam program pembangunan untuk membantu pemerintah kawasan dan pusat serta dengan terpenting adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program itu juga merupakan pengejawantahan lantaran UU No 34 tarikh 2004 tentang TNI yaitu Pasal 7 ayat dua poin B tugas tentara selain perang diantaranya ialah membantu tugas pemerintahan di daerah.

Spirit dari Program TMMD itu sendiri adalah kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam melahirkan pembangunan di setiap kawasan yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejateraan kelompok. Pembangunan yang dilaksanakan di Distrik Kawagit Kabupaten Boven Digoel dan Distrik Ibele Kabupaten Jayawijawa dalam agenda TMMD ke-110 TA 2021 merupakan bukti bahwa keberadaan pemerintah akan selalu tersedia bahkan di Provinsi menyesatkan timur Indonesia.

Program pembangunan di Provinsi Papua selalu ada serta TNI di Kodam XVII/Cenderawasih selalu siap hadir pada membantu mewujudkan cita-cita itu. Selain untuk menegakkan kedaulatan NKRI, TNI juga tetap turut serta dalam membangun pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat proses pendirian yang berkelanjutan. Harapan pendirian dari ujung timur Indonesia melalui Program TMMD ke-110 TA 2021 yang dilaksanakan oleh Kodam XVII/Cenderawasih adalah bukti bahwa TNI selalu mendukung program pemerintah di mempercepat program pembangunan dan meningkakan kesejahteraan masyarakat Nusantara khususnya masyarakat Papua.

***

*) Oleh: Letkol Arm Reza Nur Patria, M. Si (Han), Kapendam XVII/Cenderawasih.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah kepalang jawab penulis, tidak menjelma bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia. co. id

***

**) Model TIMES atau rubrik pendapat di TIMES Indonesia terkuak untuk umum. Panjang naskah maksimal 4. 000 tanda atau sekitar 600 prawacana. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opin[email protected] co. id

**) Redaksi berhak tidak membawakan opini yang dikirim andaikata tidak sesuai dengan peraturan dan filosofi TIMES Nusantara.