Hilang Miliaran Rupiah karena Forex

TIMESINDONESIA, JAKARTA – “Saya kehilangan miliaran rupiah karena Forex”, kalimat ini bukan cuma sekali atau dua kali saya dengar, seperti pepatah “mau untung malah jadi buntung”. Bahkan kejadian ini juga dialami oleh artis K. A dengan kehilangan sampai belasan miliar rupiah.

Bahkan yang lebih parah, ada juga yang sampai kehilangan nyawa karena kehilangan uang di pasar Forex. Lalu apa yang menyebabkan banyak orang yang bertransaksi Forex bisa kehilangan uang sampai miliaran rupiah? Apakah orang tidak dapat memperoleh keuntungan dalam Forex? Apakah FOREX SALAH DAN BERBAHAYA?

Forex dan Komoditi (Emas, Silver dan Minyak Mentah) adalah jenis perdagangan berjangka yang merupakan jenis perdagangan jual beli yang berdasarkan kontrak. Perdagangan berjangka Forex dan Komoditi di Indonesia diawasi oleh BAPPEBTI dan diatur dalam Undang No. 32/1997 dan diubah dengan UU No. 10/2011. Artinya Perdagangan Berjangka yang didalamnya termasuk Forex dan Komoditi merupakan jenis perdagangan yang legal di Indonesia.

Lalu bagaimana seseorang dapat kehilangan dananya sampai miliaran rupiah karena Forex? Forex dan Komoditi termasuk sebagai transaksi yang memiliki resiko tinggi dan peluang keuntungan yang tinggi juga, artinya memiliki risk dan reward yang tinggi.

Penyebabnya adalah sistem Leverage yang digunakan dalam transaksi berjangka, sehingga kita dapat membeli atau menjual sebuah asset dengan nilai yang jauh lebih besar dari modal kita, bisa puluhan bahkan ratusan kali lipat. Jadi saat kita untung bisa langsung mendapatkan berkali lipat, dan saat kita rugi juga berlaku hal yang sama.

Selain dari sistem leverage , ada juga oknum nakal yang menjanjikan hasil keuntungan yang tinggi tiap bulannya, sehingga calon nasabah menjadi tertarik dan menyerahkan dana atau akunnya untuk dikelola oleh oknum tersebut.

Hasilnya? Ini yang dialami oleh artis K. A, karena janji keuntungan yang tinggi tersebut, sehingga ia jadi terjerat hutang karena hasilnya tidak semanis dengan apa yang dijanjikan. Berarti tidak ada yang berhasil dalam transaksi Forex ya? Jawabannya, ada banyak yang berhasil, saya sendiri mengenal secara langsung seorang Trader yang dapat mengubah uang ratusan juta menjadi puluhan milar dalam periode yang tidak lama.

Trader tersebut sangat low profile (pada umumnya orang yang berhasil dalam Forex tidak ingin menonjolkan diri) dan cara dia bertransaksi pun betul sistematis, artinya dia dapat memakai Leverage dalam dunia Forex dan Komoditi menjadi senjata yang ampuh dalam menghasilkan keuntungan yang berkali kacau kali lipat.

Siap apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman orang yang urung dan juga orang yang jadi dalam dunia Forex dan Komoditi? EDUKASI YANG BENAR SEBELUM MELAKUKAN TRADING FOREX. Kita harus memeriksa informasi yang jelas jika mau mulai dalam transaksi Forex, cari mentor yang dapat memberikan petunjuk dan dukungan yang baik, bertransaksilah di Broker yang Legal & diawasi oleh Regulator di Indonesia, sehingga kita dapat memiliki ketenangan karena transaksi kita terdaftar di dalam bursa di Indonesia.

Akademi Trader Indonesia merupakan Lembaga edukasi Forex dan Komoditi yang resmi dan memiliki staff pengajar yang tersertifikasi dari Bappebti. Beralamat di Jl. Sekar Tunjung XV No. 66 Denpasar Bali. Akademi trader Indonesia membuka bagian eksklusif secara Online dan Offline bagi semua yang ingin belajar transaksi di dunia Forex dan Komoditi, jenis kelas yang diberikan mulai daripada Kelas Beginner (dasar) sampai Bagian Pro (Lanjutan) dengan materi yang lengkap dan ruang kelas dengan nyaman. Hub 0812-1818-212 untuk memperoleh promo dan discount.

***

*) Penulis: Hans Andre Martinus Supit, M. M., QWP®

——–

*) Tulisan Pendapat ini sepenuhnya adalah tanggungjawab setia, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia. co. id

*) Salinan TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4. 000 karakter ataupun sekitar 600 kata. Sertakan kejadian hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected] co. id

*) Redaksi berhak tak menanyangkan opini yang dikirim.