Shalat-Idul-Fitri

Itu Panduan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di Praja Probolinggo

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengeluarkan Surat Edaran ataupun SE perihal Panduan Pengoperasian Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah selama pandemi Covid-19 di Kota Probolinggo.

SE bernomor 451/2260/425. 206/2021. Ditanda tangani wali kota, Senin (10/5/2021) setelah rapat bersama TNI, Polri, kepala Kantor Kemenag setempat, dan pimpinan ormas Islam se-Kota Probolinggo sehari sebelumnya.

SE ditujukan kepada takmir masjid dan panitia shalat Idul Fitri, pimpinan organisasi Islam, kepala perangkat daerah dan kaki gunung se-Kota Probolinggo.

Berikut poin-poin SE tersebut, yang diterima redaksi TIMES Indonesia.

1. Malam takbiran hanya dilakukan di langgar dan musala secara terpatok maksimal 10 persen dibanding kapasitas normal dengan menghiraukan prokes. Takbir keliling dilarang.

2. Shalat Idul Fitri dapat dikerjakan karena PPKM Mikro segenap RT di Kota Probolinggo berada di zona muda dan kuning. Ketentuannya: pertama , jumlah jamaah maksimal 50 upah dari kapasitas normal.

Kedua , takmir atau panitia menyediakan tempat cuci tangan ataupun hand sanitizer, pengukur guru tubuh, masker dan tas kresek untuk tempat dasar kaki jamaah.

Ketiga , lansia, orang dalam kondisi invalid sehat, baru sembuh lantaran sakit, atau perjalanan tercatat pekerja migran Indonesia yang sedang karantina mandiri disarankan shalat di rumah.

Keempat , jamaah wajib memakai masker, membawa peralatan shalat dan tas kresek untuk wadah alas kaki.

Kelima , imam shalat dianjurkan membaca surat-surat pendek dan khutbah idul fitri dengan durasi maksimal 10 menit.

3. Sebelum pelaksanaan shalat, takmir atau panitia supaya berkoordinasi dengan posko PPKM Mikro setempat.

4. Kegiatan silaturrahim dalam rangka Idul Fitri biar dilakukan dengan keluarga terdekat dan dilarang melakukan kesibukan open house/halal bihalal/renuni suku atau sejenisnya.

Perkembangan Covid 19 di Kota Probolinggo

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Probolinggo 10 Mei 2021, terdapat enam penderita Covid 19 aktif di Kota Probolinggo. Masing-masing di Kelurahan Triwung Lor (Kademangan), Kelurahan Kebonsari Wetan (Kanigaran), dan Kelurahan Sukabumi (Mayangan).

Pada masing-masing kelurahan tersebut, terdapat seorang pasien aktif. Tiga anak obat aktif lain, berada pada Kelurahan Wiroborang (Mayangan).

Secara kumulatif, terdapat 2. 163 warga Kota Probolinggo yang terkonfirmasi pasti Covid 19. Dari angka itu, 2. 005 dinyatakan sembuh dan 152 pasien meninggal. (*)