Kabaharkam Polri Kunjungi Kampung Tangguh dalam Kabupaten Malang

Kabaharkam Polri Kunjungi Kampung Tangguh dalam Kabupaten Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Kabarhakam Polri, Komjen Penuh Drs Agus Andrianto, S. H., M. H, bersama rombongan didampingi Kapolda Jatim, Irjen Pol. Dr. M. Fadil Imran, M. Si, mengunjungi Kampung Tangguh yang ada di Kabupaten Malang.

Di Kabupaten Malang sudah ada 48 Kampung tangguh yang dikawal TNI-Polri dan Pemkab Malang. Peristiwa itu salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Negeri Tangguh yang dikunjungi rombongan dibanding Mabes Polri adalah Kampung Tangguh di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Hadir dalam lawatan tersebut, Kabarhakam Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto, S. H., M. H, Kakorbinmas Polri, Irjen Pol Riyapudin Nursin, Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr M Fadil Imran, M. Si, Dan Pemimpin Korps Brimob Polri, Brigjend Pol Drs Verdianto Iskandar Bitticaca, M. Hum, Kapusdokkes Polri, Brigjend Penuh Rusdianto, Danrem 083 Baladhika Hebat, Kol Inf Zainuddin, Kapolresta Geruh Kota, Kombes Pol Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata, S. Sos., S. I. K., M. H, Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Gede Pratama, S. I. K., M. I. K, dan Kapolres Rengsa, AKBP Hendri Umar, S. I. K., M. H, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzzawad, S. I. P, dan Bupati Malang, Drs HM Sanusi, M. M.

Patuh Kabarhakam Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto, program Kampung Tangguh dengan tujuh Ketangguhan di Desa Sitirejo, diharapkan tidak hanya dalam menangani covid-19. Namun agar dipertahankan sehingga bisa menjdi modal penting dan bermanfaat bagi kertahanan umum.

“Jika kampung melalaikan ini efektif dalam menangkal virus corona, maka akan dijadikan role mode dan akan dikembangkan di seluruh Indonesia, ” katanya, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya, kunjungan Mabes Polri untuk melaksanakan supervisi di Jatim, guna mengetahui keinginan dalam penanganan Covid-19 sehingga curva Pandemi pada zona merah bisa menjadi turun.

“Sesuai laporan pak Bupati Malang, kalau pasien-pasien yang terdampak Covid-19 mampu sembuh dan itu sebuah biji positif, ” katanya.

Virus Corona ini katanya, tidak bisa hilang meskipun nantinya terlihat vaksin, maka yang harus dilaksanakan yaitu menyesuaikan pola hidup dengan baru untuk antisipasi penyebaran virus corona untuk melaksanakan penyesuaian.

“Dengan binaan semua pihak (TNI/Polri & Pemda), kampung tangguh ini akan jadi embrio ketahanan masyarakat, elok bidang kesehatan, keamanan dan dunia lainnya, ” katanya.

“Terima kepada Bupati Malang, agar binaan Kampung Tangguh jangan meninggalkan dalam penanganan Covid-19 namun bisa diagendakan untuk ketahanan lainnya, ” katanya.

Sementar itu, menurut Bupati Malang, HM Sanusi, bahwa Kampung Tangguh dibentuk jawab menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang Aturan Kesehatan dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Dengan adanya Kampung Tangguh, diaktifkan Poskamling atas binaan Polri dan TNI, sehingga memberikan manfaat selain berlaku cegah atau screening masuk perantau yang dumungkinkan bahwa virus juga sebagai antisipasi tindak kriminalitas, ” jelasnya.

Pemkab Sial katanya, sudah mencanangkan Kampung Melalaikan di seluruh desa atau kel se Kabupaten Malang dan sudah dilaksanakan pembinaan terhadap Muspika terkait pengembangan Kampung Tangguh.

“Kampung Tangguh merupakan role jalan guna bangun kesadaran masyarakat di dalam menangani covid-19 serta dapat tumbuhkan rasa gotong royong atau saling bantu antar sesama, ” jelasnya.

HM Sanusi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kabaharkam Polri dan rombongan di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir, serta mohon arahan bagi pengembangan serta perbaikan-perbaikan Zona Tangguh di Kabupaten Malang. (*)