Karyawan Perhutani Alami Kecelakaan Kerja, Darah daging Terima Santunan dan Beasiswa

TIMESINDONESIA, JEMBER – BPJamsostek Cabang Jember menyerahkan santunan kematian kepada pihak keluarga atau ahli darah karyawan Perum Perhutani KPH Jember, Supriyono yang meninggal dunia dalam kesialan kerja beberapa waktu lalu.

Santunan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Kantor BPJamsostek Bagian Jember Edy Suryono di vila ahli waris di Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, Jawa Timur.

Edy menerangkan bahwa bersandarkan regulasi pihaknya menyerahkan santunan maut akibat kecelakaan kerja keoada pihak ahli waris sebesar Rp 183, 5 juta.

Dengan rincian, santunan sejumlah 48 kali gaji, santunan berkala yang dibayar sekaligus sebesar Rp 12 juta, & biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta.

Selain tersebut, BPJamsostek juga menyerahkan tabungan Garansi Hari Tua (JHT) Supriyono sebesar Rp 23, 1 juta.

Pihak keluarga atau mampu waris juga berhak atas Jaminan Pensiun sebesar Rp 350. 700 yang akan diberikan secara berkala setiap bulannya kepada ahli pengampu atau istri dan dapat diteruskan ke anak almarhum nantinya.

“Anak almarhum yang era ini masih sekolah di tinggi kelas 6 SD juga mempunyai mendapat beasiswa dari BPJamsostek sampai dengan tingkat peguruan tinggi, ” kata Edy.

Edy menerangkan bahwa saat ini segenap pegawai Perhutani sudah terdaftar sebagai pengikut BPJamsostek .

“Maka sesuai regulasi dengan ada, peserta BPJamsostek yang menjalani risiko meninggal dunia akibat kecelakaan kerja seperti yang dialami almarhum Supriyono, ahli waris berhak mendapatkan santunan kematian, ” terangnya.

Dia berharap dengan sokongan tersebut dapat membantu ahli waris buat membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

Sementara itu, Administratur Perum Perhutani KPH Jember Rukman Supriatna yang hadir dalam penyerahan santunan itu mengatakan, pihaknya telah mengimbau agar seluruh masyarakat pekerja pada wilayah hutan Perhutani untuk cepat mendaftar sebagai peserta BPJamsostek.

Menurutnya, hal tersebut diperlukan. Agar apabila terjadi kecelakaan era bekerja dan dalam perjalanan pulang-pergi bekerja, maka pekerja tersebut bakal dibiayai pengobatannya oleh BPJamsostek sampai sembuh tanpa ada batasan bea.

Selain itu, bakal diberikan pengganti biaya perjalanan kerja, pengganti penghasilan saat tidak menghunjam kerja, serta santunan apabila terjadi cacat dan meninggal dunia sebesar 48 kali gaji atau bayar per bulan.

“Intinya pekerja dan keluarganya tidak perlu repot lagi memikirkan biaya ketika musibah kecelakaan kerja itu berlaku, ” tuturnya.

Dia melanjutkan, Perum Perhutani KPH Jember terus mendorong edukasi jaminan sosial agar informasi tersebut sampai kepada masyarakat pekerja di wilayah hutan.

“Edukasi tersebut dilakukan dengan menggandeng BPJamsostek pada kegiatan yang melibatkan asosiasi pekerja di hutan agar mengarungi pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, ” tambahnya.

Untuk diketahui, sepanjang 2019 lalu BPJamsostek Cabang Jember telah memberikan laba klaim JKK (Jaminan kecelakaan kerja) kepada peserta sebanyak 1. 821 kasus dengan jumlah klaim Rp 9, 568 miliar, klaim JKM (Jaminan Kematian) 290 kasus sebesar Rp 7, 749 miliar, dan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) 9. 462 kasus sebesar Rp 76, 993 miliar. Selain itu, pada tahun yang sama lembaga yang dulu bernama BPJS Ketenagakerjaan Bagian Jember tersebut juga menyalurkan permintaan JP (Jaminan Pensiun) sebanyak dua. 005 kasus di sebesar Rp 1, 318 miliar. (*)