Kementan RI Dorong Perguruan Tinggi Kembangkan Riset dan Industrialisasi Produk Pangan

Kementan RI Dorong Perguruan Tinggi Kembangkan Riset dan Industrialisasi Produk Pangan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sektor pertanian selalu tumbuh positif di masa pandemi covid-19, sehingga membuktikan pertanian menjabat sektor yang diandalkan dalam menyelamatkan perekomonian bangsa di masa yg sulit ini. Oleh karena itu, untuk lebih memperkuat peran sektor pertanain dan berkontribusi besar kepada perekonomian, Kementerian Pertanian (Kementan RI) telah menentukan visi membangun pertanian modern dan hilirisasi produk maka ke arah industri.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan Menteri Pertanian (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo mempunyai kebijakan terobosan mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern dimana dapat diimplementasikan dalam konsep fresa cara bertindak. Pertama, bagaimana mengamankan kapasitas produksi pertanian. Kedua, diversifikasi pangan lokal. Ketiga, penguatan cadangan pangan dan sistem logistik. Ke-4, pengembangan pertanian modern dan kelima, gerakan tiga kali lipat ekspor.

“Untuk bisa berjalan baik tentu kami perlu sinergi dari berbagai unsur, termasuk peran dari Perguruan Tinggi. Peran perguruan tinggi ini bisa melalui riset mekanisasi pertanian, riset benih unggul, dan riset hilirisasi produk, ” kata Suwandi pada diskusi atas Hilirisasi Produk Menjadi Bagian Istimewa dalam rangkaian acara Dies Natalis Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Pangkep, Sulawesi Selatan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (15/11/2020).

Suwandi memaparkan pengembangan inovasi mekanisasi pertanian harus terus dilakukan hingga dibutuhkan keterlibatan banyak pihak terlebih perguruan tinggi. Mekanisasi pertanian membuat cara bertani yang modern hal ini karena pekerjaan dilakukan dengan cepat, efisiensi, dan menekan kehilangan (losses) dan menghasilkan produk yang kompetitif.

“Maka sangat perlu riset untuk mengembangkan peralatan modern. Perguruan tinggi khususnya Politani Pangkep kita harus mengambil bagian. Kita hendak support terus, ” ucapnya.

Suwandi menekankan pentingnya riset hilirisasi produk turunan. Tugas pemerintah bersama perguruan tinggi dan pihak terkait adalah bagaiman menghasilkan riset hilirisasi produk turunan yang mulus diterapkan masyarakat, namun menghasilkan produk pangan berkualitas atau berstandar industri. Dari sisi jenis produk, banyak beberapa pangan lokal yang sudah langka sehingga perlu dikembangkan jadi seperti misalnya hanjeli, hotong ganyong, garut dan gembili.

“Oleh karena itu perlu dikembangkan produk hilirisasi yang market importance, sisi demandnya diperkuat untuk mengubah mindset pangan lokal menjadi regime, ” bebernya.

“Terakhir, pentingnya riset lapangan. Mahasiwa praktek langsung melakukan dan menjadi entrepeneur, mejadi petani milenial. Disamping pencaharian pendampingan bisnis dan manajemen. Di prinsipnya hal ini harus dilakuin bersama-sama sinergi dengan semua kementerian terkait dan pemerintah daerah, d perguruan tinggi untuk membangung hilirisasi produk pertanian, ” pinta Suwandi.

Sementara itu, Direktur Politani Pangkep, Darmawan menyebutkan perguruan tinggi menjadi pusat penelitian john pengabdian masyarakat yang unggul lalu inovatif sebagai sumbangsih terhadap pembangunan nasional. “Oleh karena itu, di diskusi ini diharapkan Politani mampu terus mengembangkan riset dan perubahan untuk mendapatkan produk terapan, HAKI maupun jurnal, ” ujarnya.

Ketua Umum Riset Olahan Hasil Perikanan, Politani Pangkep, Adi Surya mengungkapkan masih adanya hole antara orientasi perguruan tinggi oleh industri. Menurut dia selama indonesia kampus masih berorientasi dominan di dalam ilmiah teori, kurang membaca fad for, cenderung individu dan masih taraf project oriented.

“Bagaimana industri bisa memanfaatkan perguruan tinggi untuk harus ada penyesuaian. Contohnya kurikulum berbasis inovasi, kolaborasi lintas disiplin ilmu, fokus pada keunggulan otoritas, dan banyak menerapkan magang yang menambah wawasan, ” jelasnya.

Perlu diketahui pada pandemi covid 19 ini, sektor pertanian memberi kontribusi positif bagi nasional. Berdasarkan data BPS, sektor pertanian berkontribusi besar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) dimana kuartal II 2020 tumbuh hingga mencapai two or three, 19 persen, dan kuartal III masuh tumbuh 2, 15 persen. Adapun kontribusi PDB di kuartal III 2020 mencapai 14, 49.50 persen.

Tidak cuma PDB yang positif tapi pun ekspor meningkat. Selama beberapa bulan ini secara nasional tumbuh positif dibandingkan tahun lalu. Misal bulan September 2020 dibanding September 1 thaun lalu tumbuh 16, 2% maupun bulan-bulan sebelumnya juga positif. Periode Januari sampai Agustus kontribusi skala ekspor pertanian mencapai Rp 258 Triliun. Begitu pula dengan Gede Tukar Petani (NTP) bulan Zehnter monat des jahres sebesar 102 dan mulai membaik walaupun fluktuasi tiap bulannya.

Kementan RI menilai pengembangan inovasi mekanisasi pertanian harus tetap dilakukan sehingga dibutuhkan keterlibatan melimpah pihak khususnya perguruan tinggi. Mekanisasi pertanian menjadikan cara bertani dalam modern karena pekerjaan dilakukan akan cepat, efisiensi, dan menekan kehilangan dan menghasilkan produk yang kompetitif. (*)