Aa-Umbara-Sutisna

KPK Panggil 28 Saksi Peristiwa Korupsi Dinsos Bandung Barat 2020

TIMESINDONESIA, BANDUNG – KPK RI memanggil 28 saksi dalam penyidikan peristiwa dugaan korupsi pengadaan bahan tanggap darurat bencana pandemi Covid-19, pada Dinas Baik Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Tahun 2020.

Saksi-saksi ini diagendakan diperiksa untuk tersangka Tumenggung Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

“Hari ini, pemeriksaan saksi RUSAK perkara korupsi terkait pemasokan barang tanggap darurat bahaya pandemi Covid-19 pada Jawatan Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. Penyeliaan dilakukan di Kantor Polres Cimahi, Cimahi, ” kata pendahuluan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Daftar tanda 28 saksi yang dipanggil KPK yakni Asisten II Pembangunan dan Ekonomi Setda Bandung Barat, Maman Sulaiman, Staf Keuangan CV Bintang Pamungkas Rini Rahmawati, Rian Firmansyah dari pihak preman, Asep Lukman Hermawan lantaran pihak swasta, Mitha Irniansyah selaku ibu keluarga, wiraswasta, Kokon Risman Wiguna, Wakil Direktur PT Jagat Dirgantara dan Keuangan CV Sentra Sayuran Garden City Lembang, Gina Tresnawati Utama, Kepala Dinas PUPR Bandung Barat, Rachmat Adang Syafaat.

Morat-marit, Wakil Direktur CV Jayakusuma Cipta Mandiri, Dida Garnida, Imam Santoso Mulyo selaku PNS, Nani Setia Ningsih selaku ibu rumah tangga, PNS atau Bendahara Pengeluaran di dalam Dinas Sosial Bandung Barat, Priyo Nugroho, Direktur Utama PT Jagat Dirgantara, Asep Cahyadinata, Direktur CV Sentral Sayuran Garden City, Yusup Sumarna, Karyawan CV Jaya Kusuma Ciptamandiri dan CV Satria Jakatamilung, Hardy Febrian Sobana, PNS atau Kasubag Verifikasi Bagian Keuangan di Sekretariat DPRD Bandung Barat, Diane Yuliandari.

Selanjutnya, wiraswastawan, Denny Indra Mulyawan, Karyawan PT Dunia Dir Gantara Bagian Administrasi Umum, Donih Adhy Heryady, Kepala Dinas Sosial Bandung Barat Heri Partomo, Direktur CV Satria Jakatamilung, Asep Saefudin, PNS pada Biro PUPR Bandung Barat, Rerry Sri Rezeki, PNS atau Kasubbag Program dan Keuangan Dinas PUPR Bandung Barat, Erni Susianti, PNS di dalam Dinas PUPR Bandung Barat, Anang Widianto, PNS di Kasi Pemeliharaan Bidang Binamarga Dinas PUPR Bandung Barat, Candra Kusumawijaya.

Kemudian, PNS pada Dinas PUPR Bandung Barat, Aan Sopian Gentina, PNS di Kasi SDM Dinas Kesehatan Bandung Barat, Rita Nurcahyani, PNS pada Kabid SDK Dinas Kesehatan Bandung Barat, Tuty Heriyaty, dan Kamaluddin selaku ajudan bupati.

Sebelumnya, Umbara bersama anaknya, Andri Wibawa (pihak swasta dan pemilik PT Jagat Dir Gantara) & CV Sentral Sayuran Garden City Lembang, M Totoh Gunawan, telah ditetapkan jadi tersangka.

Di dalam Maret 2020 karena adanya pandemi Covid-19, pemerintah Kabupaten Bandung Barat menganggarkan sebesar dana untuk penanggulangan pandemi Covid-19 dengan mengubah pokok alokasi anggaran APBD 2020 pada Belanja Tidak Terkira. Dari kegiatan pengadaan tersebut, Umbara diduga telah menyambut uang sejumlah sekitar Rp1 miliar yang sumbernya disisihkan Totoh dari nilai makna perpaket sembako yang ditempelkan stiker bergambar Umbara untuk dibagikan pada masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Sementara Totoh diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2 miliar dan Andri juga diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2, 7 miliar.

Selain itu, Umbara Sutisna serupa diduga menerima gratifikasi dibanding berbagai dinas di pemerintah Kabupaten Bandung Barat serta para pihak swasta dengan mengerjakan berbagai proyek dalam Kabupaten Bandung Barat sejumlah sekitar Rp1 miliar dan fakta ini masih tetap akan didalami oleh tim penyidik KPK RI. (*)