Kuatkan Ketangguhan Masyarakat, LPBI NU Kabupaten Malang Bagikan 850 Sembako

Kuatkan Ketangguhan Masyarakat, LPBI NU Kabupaten Malang Bagikan 850 Sembako

TIMESINDONESIA, MALANG – Program penguatan ketangguhan asosiasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 tetap dilakukan secara masif. Tak terkecuali oleh Lembaga Penanggulangan Bencana & Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Malang.

LPBI NU Kabupaten Malang membagikan kira-kira 850 sembako kepada warga pada 10 RW, Desa Bedali Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

“Sebenarnya ini program Nasional & ada di 3 provinsi, yakni Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk pada Malang sendiri kita ada dua Desa dan di Jawa Timur kita ada 6 daerah, berangkat dari Kota Kediri, Gresik, Lamongan, Pasuruan, hingga Sidoarjo dan termasuk Malang, ” papar Ketua LPBI NU Kabupaten Malang, Rurid pada TIMES Indonesia, Minggu (20/12/2020).

Selain membagikan sembako, LPBI NU Kabupaten Malang juga sudah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) pada masing-masing RW di Desa Bedali.

“Masing-masing RW ada 7 orang Pokja laki-laki dan perempuan yang fungsinya nanti buat menggerakan seluruh warga Desa Bedali agar bisa tangguh dalam menghadapi bencana, ” ungkapnya.

Pokja tersebut akan dikuatkan kapasitasnya, yang dimana fungsinya guna menggerakan warga, mendata kualitas kesehatan warga dan melatih SOP pencegahan Covid-19 kepada seluruh warga.

“Bagaimana saling menguatkan, mau di tempat ibadah hingga tempat umum, semua harus bisa dan pas. Jadi warga nantinya sudah bisa menguatkan satu sama lain secara bimbingan dan sosialisasi dari Pokja yang kita buat, ” katanya.

Mandat dari LPBI NU dan PC NU, lanjut Rurid, untuk bisa mengurusi seluruh warga. Mengurusi umat Islam secara keseluruhan dan bahkan non muslim juga termasuk didalamnya.

“Kita pastinya menyeluruh ya, tidak hanya umat muslim saja, tapi juga non muslim. Mulai lantaran nasrani, hindu, budha hingga khonghucu kita urus juga, ” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Malang, dr Umar Usman dengan juga menghadiri kegiatan tersebut memberikan apresiasi yang sangat tinggi.

“Ini kegiatan yang sangat positif ya, Covid-19 ini dalam antisipasi dengan konsep yang di rumuskan bersama. Kemudian gol nya ya sosialisasi terhadap SOP, seolah-olah banner dan pamflet yang dipasang oleh pokja di setiap RW agar bisa saling mengingatkan utama sama lain, ” paparnya.

Bagaimana melibatkan masyarakat, tinggi Umar, untuk bisa berperan aktif dalam permasalahan yang terjadi saat ini dan sebagai proses ini merupakan hasil yang cukup membalas.

“Bagaimana masyarakat bisa berperan aktif dan terlibat didalamnya. Ini kan bukan hanya endemic, tetapi pandemi, jadi ini cukup riskan. Jika kita tidak bergotong-royong satu sama lain maka kita tidak akan bisa kuat, ” katanya.

Disisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Jelas Istiawan mengatakan, bencana tidak mampu ditangani oleh satu dua orang atau kelompok tertentu saja. Bencana sendiri merupakan urusan bersama, maka bagaimana caranya gotong-royong merupakan kejadian yang tepat dalam menanggulangi kesusahan yang sedang terjadi.

“Seperti kegiatan yang sekarang dikerjakan ini oleh LPBI NU Kabupaten Malang bersama dengan jajarannya. Yang mana untuk bisa membantu meringankan warga yang terdampak bencana, ini kudu bisa dilakukan bersama-sama. Salah satunya ya di Desa Bedali itu, ” pungkasnya. (*)