Bamsoet-2

Kunker ke Aceh, Bamsoet: Menetapkan Terobosan Baru Masifkan Vaksinasi Covid-19

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua MPR RI, Jelas Soesatyo (Bamsoet) menilai menetapkan adanya terobosan kebijakan daripada pemerintah pusat dan wilayah untuk lebih memasifkan vaksinasi Covid-19.

Sebagaimana dilakukan Korea Selatan & Amerika Serikat, memperbolehkan warganya yang sudah menerima vaksin untuk tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah. Sehingga bisa memerosokkan lebih banyak warga agar mau divaksinasi.

Menurut Bamsoet, Indonesia pula bisa memulainya. Misalnya untuk tahap awal, warga dengan sudah divaksin lengkap, tidak perlu lagi melakukan swab antigen maupun test yang lain saat ingin melakukan perjalanan. Mengingat hingga saat ini target capaian vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah.

“Di Aceh, misalnya, dari total populasi 5, 3 juta jiwa, mas vaksin tahap I pertama dilakukan terhadap 159. 870 penduduk. Menempatkan provinsi Aceh sebagai provinsi terbawah dalam capaian vaksinasi nasional, ” ujar Bamsoet usai bersemuka jajaran Forkompimda Aceh, di Aceh, Kamis (10/6/2021).

Forkompimda yang hadir antara lain Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kajati Aceh Muhammad Yusuf, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi, Kapoksahli Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Indrayanto, Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto, serta Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Samsul Rizal.

Dari Jakarta mendampingi Ketua MPR RI, Anggora DPR RI Fraksi PKS Nasir Jamil, pengurus pusat Ikatan Mesin Indonesia Syamsul Bahri, Elvis Junaedi, Rio Castello, Erwin MP, Amriyati dan Andi Sinulingga.

Ketua DPR RI ke-20 ini mendukung berbagai langkah dengan diambil Forkompimda Aceh dalam mengajak masyarakat Aceh biar mau divaksinasi. Bahkan hingga masuk ke berbagai pelosok pedesaan yang sulit dijangkau tenaga kesehatan umum.

Terutama langkah Kapolda dan Pangdam, bersama seluruh jajaran pemerintahan daerah, didukung perguruan tinggi sebagai kancah candradimuka para intelektual, turut memasifkan sosialiasi keamanan dan kehalalan vaksin kepada lapisan masyarakat.

“Masih banyak masyarakat yang tidak mau divaksin dengan bermacam-macam alasan. Edukasi perlu dilakukan oleh semua pihak. Tercatat jajaran kepolisian dan TNI, yang sudah dikenal depan sekaligus disegani oleh anak buah, ” urai Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) tersebut memaparkan, secara nasional total vaksin Covid-19 yang sudah didistribusikan pemerintah pusat telah mencapai 37 juta dosis.

Meliputi 29, 9 juta dosis dari Bio Farma yang dibuat dari bahan baku Sinovac. Serta 3 juta dosis dari Sinovac berupa vaksin siap pakai, ditambah 4, 1 juta dosis dari program COVAX/GAVI-AstraZeneca. Ketersediaan simpanan bahan baku vaksin Sinovac juga masih memadai, menyentuh 65, 5 juta ukuran.

“Idealnya, Aceh harus melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 3, 8 juta penduduk untuk mendapatkan herd immunity. Namun melihat perkembangan vaksinasi yang masih sangat lembut, pemerintah menargetkan vaksinasi mampu dilakukan terhadap 970. 610 warga, yang terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, serta lansia, ” menguatkan Bamsoet selaku Ketua MPR MENODAI. (*)