Mahasiswa-Berprestasi-IPB-University

Lakon Sukses Putra Petani Tasikmalaya yang Mendunia

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Indonesia dikenal dengan negara agraris yang memiliki potensi pertanian yang kaya dengan ditunjang kesuburan tanah serta ketersedian air yang melimpah. Tetapi di balik itu tingkat kesejahteraan para petani beberapa besar belum berpihak di para petani. R Imam Nuryaman (21) merupakan lupa seorang putra petani pokok Kota Tasikmalaya, Jawa Barat telah sukses berkiprah dalam kancah dunia.

Imam adalah mahasiswa semester enam Institut Pertanian Bogor. Ia seorang anak daripada ayah bernama Mumu Nuryaman (56) warga Kota Santri berprofesi sebagai petani, tepatnya di Kampung Gunung Mipir Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubmi, Kota Tasikmalaya. Ia menyadari betul bahwa dibutuhkan tekad dan usaha ekstra buat bisa mencapai keberhasilan pada tengah berbagai keterbatasan dengan ada dalam menjalani kesibukan keluarganya.

“Prinsip hidup bersemangat dalam beroperasi serta rasa rendah besar harus senantiasa ada di dalam jiwa untuk langkah melakukan kehidupan, dimana hal itu merupakan paradigma dalam berputar, bersikap, dan bertindak sehingga kita memiliki fondasi kausa yang kuat dalam pegangan sehingga akan melahirkan moralitas yang kuat, ” tuturnya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (29/5/2021).

R Pemimpin Nuryaman selaku Presiden Yayasan Kembang Desa berfoto beserta dengan anak-anak binaannya kurang bulan lalu (FOTO: Dok. Pribadi/TIMES Indonesia)

Imam menuturkan juga bahwa nilai hidup semangat berjalan dan nilai rendah berkorban akan membentuk diri buat memiliki keunggulan dan manfaat luas, sebagai buah dibanding berbagai ikhtiar meraih kesuksesan. Prinsip hidup inilah dengan mengantarkan untuk terus mencari jalan menjadi pribadi terbaik & menebar kebermanfaatan sebesar-besarnya.

Oleh karena itu, sejak duduk di amben sekolah menengah dirinya menetapkan untuk menerjunkan diri di aktivitas yang memacu diri agar terus-menerus menjadi dengan terbaik dan memberi manfaat di saat yang bersaingan.

“Saya tetap menimba ilmu dalam bervariasi wahana kepemimpinan, termasuk menjelma Ketua Umum dalam berbagai organisasi seperti OSIS SMPN 1 Tasikmalaya, Forum Bujang KotaTasikmalaya, Forum Demokrasi Pelajar, OSIS SMAN 1 Tasikmalaya, serta menjadi bagian Forum OSIS Jawa barat serta Kajian Aksi Strategis Forum OSIS Nasional, ” paparnya.

Pengalaman dan pembelajaran kepemimpinan ini sangat penting untuk membangun karakter yang disiplin, cakap di dalam menyelesaikan permasalahan, dan berpengetahuan dalam membuat keputusan istimewa yang memberi kebaikan untuk sesama. Pemahaman bahwa kepemimpinan adalah keteladanan, dapat menyegerakan untuk menjadi inspirasi kebaikan bagi khalayak yang dipimpin.

Karenanya, semenjak saat itu dirinya memutuskan untuk aktif dalam bervariasi kompetisi, seperti Olimpiade Geografi Nasional, menjadi juara lomba debat ekonomi SIWORK tingkat provinsi, dan juara lomba debat bahasa inggris EDSA.

Semangat menjadi pribadi terbaik dan menebar inspirasi ini kian bergairah di ranah perguruan agung. “Saya memutuskan untuk meneliti perlombaan yang dapat melancipkan kemampuan dalam berpikir teliti, diplomasi, public speaking, riset-analisis, serta kepemimpinan.

Adapun prestasi yang diraih antara lain Juara 1 dan Pembicara Terbaik lomba debat nasional EP SPACE 2019, Pembicara terbaik Ganesha Open British Parliamentary Debating Championship 2019, Pembicara ASEAN Youth Peace Campaign Lab-US Embassy 2020. HYang paling mengesankan ketika menjadi Ketua Juri The World Universities Debating Championship (WUDC) 2020 di Thailand.

R Imam Nuryaman saat menerima penghargaan sebagai Pembicara ASEAN Youth Peace Campaign Lab-US pada Tahun 2020 (FOTO: Dok. Pribadi/TIMES Indonesia)

WUDC merupakan kompetisi debat memutar prestisius dan terbesar dalam seluruh dunia. Pada perhelatan terakhir, ajang ini diikuti oleh lebih dari 240 institusi dari 50 negara.

“Sebagai ketua juri, saya berkesempatan buat memimpin para panel yang terdiri dari beragam tradisi terkemuka seperti Harvard University, Stanford University, dan Australia National University dalam rangkaian skema penilaian terhadap prestasi masing-masing tim debat beserta memberikan penjurian yang jujur berdasarkan parameter-parameter yang terukur, ” ungkapnya dengan besar.

Sementara itu, kiprah prestasi kepemimpinan disalurkan dengan menjadi Wakil Kepala IPB Debating Community, Project Manager Id Volunteering, Secretary general IPB Model United Nations 2020, Presiden Yayasan Kembang Desa.

Di masa pandemi ini, ia memutuskan untuk semakin bergairah dalam merajut simpul-simpul keberhasilan.

“Setidaknya ada beberapa alasan kok kita harus berprestasi dalam saat pandemi, antara asing berprestasi adalah wujud mengecap syukur atas karunia daya diri yang diberikan Tuhan, memacu diri untuk tetap belajar dan menjadi cara terbaik, bentuk perlawanan pada dampak psikologis akibat pandemi, membekali diri dengan kemahiran dan kapasitas mumpuni, mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan seperti ancaman pengangguran, semakin terbatasnya lapangan pekerjaan, tingkat kompetisi dan persaingan dengan kian tinggi, ” paparnya.

Adapun laba yang dirasakan dalam berprestasi antara lain semakin memahami diri sendiri, penghargaan & pengakuan yang sangat bernilai untuk menunjang karir, jalan untuk memberi inspirasi bagi sesama, mengangkat derajat orang tua. Sementara itu, kita perlu memperhatikan tantangan untuk berprestasi di tengah pandemi antara lain kondisi mental harus prima, kesiapan infrastruktur digital. (*)