Nur-Latifah-Hanum

Lansia di Tengah Pandemi Covid-19

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 telah menjangkit Indonesia selama kurang lebih satu tahun.

Pada 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) telah menyatakan sebagai pandemi covid-19. Di samping itu, Pemerintah melalui Keputusan Kepala RI Nomor 12 tahun 2020 menyatakan penetapan kematian non alam penyebaran covid-19 sebagai bencana nasional tanggal 13 April 2020. Penyebaran Covid-19 cenderung meningkat yang menimbulkan korban jiwa dan berimplikasi pada berbagai arah.

Pemerintah mencuaikan satuan tugas percepatan pengerjaan covid-19 melakukan berbagai cara untuk mencegah penularan mulai dari pemberlakuan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Umum (PPKM), hingga pemberian vaksin. Pemberian vaksin covid-19 dikerjakan secara bertahap. Dengan demikian, butuh waktu yang lama untuk melakukan vaksinasi terhadap seluruh penduduk Indonesia.

Struktur Penduduk

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 21 Januari 2021 tercatat jumlah warga Indonesia sebanyak 270, 20 juta jiwa yang berisi dari 136, 66 juta laki-laki dan 133, 54 juta perempuan. Persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia terus menikmati peningkatan, dari tahun 1971 sebesar 53, 39 obat jerih dan meningkat menjadi 70, 72 persen pada tahun 2020.

Perbedaan sangat tajam antara persentase penduduk usia produktif serta nonproduktif terjadi pada tahun 2020. Kondisi tersebut membuktikan bahwa Indonesia masih beruang dalam bonus demografi, yang mana persentase penduduk usia kaya lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Dengan jumlah warga usia produktif yang besar dan berkualitas dapat menjelma modal dalam pembangunan.

Di sisi asing, keberadaan penduduk usia non produktif harus mendapatkan mengindahkan yang serius terutama warga lanjut usia (lansia). Sendat usia menurut UU Nomor 13 Tahun 1998 adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Dalam situasi sekarang ini, lansia merupakan gabungan penduduk yang sangat sensitif terserang covid-19. Terlebih untuk lansia yang memiliki penyakit bawaan dapat memperparah kesehatan apabila terkena covid-19.

Berdasarkan analisis bahan covid-19 Indonesia oleh Satgas Penanganan Covid-19 per 3 Januari 2021, risiko kematian pasien positif covid-19 di dalam kelompok usia 60 tahun ke atas memiliki efek tertinggi sebesar 11, 88 persen. Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan bertambahnya usia akan mengalami kemerosotan sistem imun sebagai penjaga tubuh.

Tantangan Lansia

Penduduk lansia pada Indonesia terus mengalami penambahan seiring dengan kemajuan dalam bidang kesehatan. Hal itu memberikan dampak positif di peningkatan kualitas hidup bangsa, salah satunya tercermin sejak peningkatan usia harapan hidup. Persentase lansia meningkat dibanding 7, 59 persen di tahun 2010 menjadi 9, 78 persen di tarikh 2020. Kondisi ini menunjukkan pada tahun 2020 Nusantara berada pada masa pertukaran menuju era ageing population yaitu persentase penduduk piawai 60 tahun ke akan mencapai lebih dari 10 persen.

Tantangan yang harus dihadapi lansia salah satunya adalah kemantapan finansial. Tidak semua lansia memiliki jaminan hari sampai umur atau kesiapan finansial, jadi tak dapat dipungkiri bahwa lansia masih bergantung di anaknya. Namun demikian, tak sedikit lansia di Indonesia masih terlibat aktif di dalam kegiatan perekonomian.

Berdasarkan data Survei Legiun Kerja Nasional Agustus 2020, dari keseluruhan penduduk piawai kerja yang bekerja, 11, 49 persen diantaranya adalah lansia. Meskipun tingkat transmisi covid-19 saat ini agung, namun tak sedikit dari lansia tetap harus berlaku demi memenuhi kebutuhan hidupnya, di samping juga ciri keinginannya sendiri untuk mengurangi kejenuhan.

Tantangan lansia lainnya adalah urusan kesehatan. Saat pandemi covid, semakin besar tantangan yang harus dihadapi oleh lansia. Kesehatan lansia tidak hanya menjadi beban lansia itu sendiri namun juga keluarga dan masyarakat sekitar. Bersandarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2020, hampir setengah (48, 14 persen) lansia di Indonesia mengalami keluhan kesehatan baik fisik maupun psikis.

Penggunaan jaminan kesehatan lansia buat berobat jalan mencapai 49, 93 persen. Dari mutlak penggunaan jaminan kesehatan tersebut, penggunaan jaminan kesehatan BPJS PBI (56, 64 persen) paling banyak dibandingkan cagaran kesehatan lainnya. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi ekonomi lansia masih didominasi sebab kelompok pengeluaran rumah tangga 40 persen kebawah.

Dalam situasi zaman ini, lansia sangat memerlukan perlindungan sosial dan kesehatan tubuh. Kemudahan dalam pemenuhan gizi sangat penting dalam menangkal covid-19. Untuk itu, diperlukan kesadaran dari masyarakat khususnya dari lansia agar langgeng mematuhi protokol kesehatan pantas anjuran pemerintah. Yang tak kalah penting adalah afeksi dari pihak keluarga maupun masyarakat terhadap keberadaan lansia untuk selalu menjaga dan merawat lansia agar tentu produktif dan sehat.

Kepedulian tersebut diharapkan mampu menjaga kesehatan lansia dan tercipta keharmonisan tanggungan sehingga lansia merasa tenang, nyaman serta selalu senyum dan bahagia. Karena sakinah yang dibangun akan membentuk imun yang kuat buat menghadapi pandemi covid-19. Mari lindungi lansia dan diri kita dari covid-19 melalaikan imun bahagia.

***

*)Penulis: Nur Latifah Hanum, S. ST, M. Ec. Dev; Fungsional Statistisi Mahir Muda, Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

*) Gubahan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tak menjadi bagian tanggungan redaksi timesindonesia. co. id

***

**) Kopi TIMES atau ruangan opini di TIMES Nusantara terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4. 000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat tumbuh singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected] co. id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai secara kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.