Warung-Sate-Gebug

Lepau Sate Gebug, Warung Sate Legendaris Kota Malang Semenjak 1920

TIMESINDONESIA, MALANG – Di Kota Rengsa ada warung legendaris dengan menyajikan olahan daging sapi sejak tahun 1920. Warung yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat 113 A, Tanah air Malang ini dikenal secara Warung Sate Gebug.

Asal mula lepau tersebut dibeli oleh sepadan suami istri bernama Yahmon dan Karnuwati. Sejak dibeli hingga saat ini, wujud bangunan Warung Sate Gebud tidak mengalami perubahan. Kejadian ini karena bangunan termasuk Cagar Budaya.

Sebelum dibeli Yahmon serta Karnuwati untuk berjualan sate, tempat tersebut digunakan untuk berjualan es di tahun 1910.

Menu yang disajikan Warung Sate Gebug ada sop, soto, rawon, juga sate menghantam. Seluruh hidangan yang disajikan menggunakan daging sapi. Di sehari, warung ini bisa menghabiskan hingga 40 kg daging.

Saat ini, Lepau Sate Gebug dikelola sebab generasi ke-3 bernama Achmad Kabir, atau akrab disapa Kabir. Kabir sempat mengutarakan meski sudah generasi ke-3 olahan masakan di Lepau Sate Gebug tetap cocok. Ini karena Kabir telah terbiasa ikut turun tepat membeli bahan sejak zaman.

Menurut penuturan Kabir, bumbu yang dia gunakan juga sama secara generasi terdahulu. Bahkan, ia mengatakan tidak akan menjajakan masakannya jika bumbunya tidak lengkap karena khawatir ideologi rasa masakannya akan bertukar.

Selain bisa menikmati kuliner dengan cita rasa yang nikmat, masa di Warung Sate Gebug pembeli juga bisa menikmati keindahan ornamen sejak jaman Belanda yang masih dipelihara hingga sekarang.

Warung Sate Gebug dibuka tiba pukul 08. 00 cepat hingga 16. 00 sore. Harga makanannya juga pas terjangkau. Sate tanpa gemuk hanya Rp 30. 000, sate dengan lemak Rp 25. 000, dan Rp 15. 000 untuk sop, rawon, dan soto. (*)