lalu-lintas-kapal-terusan-suez

Lulus Lintas Senilai Rp138 Triliun Per hari di Siring Suez Terhenti

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Lalu lintas kapal senilai $ 9, 6 miliar per-hari ataupun sekitar Rp 138 triliun di Terusan Suez macet, karena sampai sekarang belum ada kemajuan penanganan pesawat peti kemas raksasa peti kemas MV Ever Given yang sedang di-grounded.

Dilansir Bloomberg, Kamis (25/3/2021), angka tersebut didasarkan pada penilaian oleh Lloyd’s List yang menunjukkan berserakan lintas ke arah barat bernilai sekitar US$5, satu miliar per hari & lalu lintas ke ajaran timur sekitar US$4, 5 miliar. Namun, angka itu adalah perhitungan kasar.

Otoritas Terusan Suez Mesir (SCA), seperti dilansir Al Jazeera mengatakan, pihaknya untuk sementara menangguhkan navigasi melalui salah satu belang pelayaran tersibuk di negeri sampai kapal peti kemas yang di-grounded MV Ever Given diapungkan kembali.

Permukaan air di Terusan Suez sempat surut, sehingga pada hari Kamis upaya menggeser kapal raksasa yang menyumbat Terusan Suez itu tidak menunjukkan perkembangan berarti.

Terusan Suez ialah arteri perdagangan dunia. Saluran yang menghubungkan Mediterania dengan Laut Merah, dan menyimpan jalan bagi kapal-kapal buat melintas antara Asia & Timur Tengah serta Eropa.

Kalau melawati Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika, sebagai pilihan utama, maka akan mematikan waktu lebih lama.

Mesir telah mengambil kembali saluran lama kanal itu untuk mengalihkan kaum lalu lintas sampai kapal yang mendarat dapat berjalan lagi. Penyumbatan terusan itu membuat harga minyak terbang di pasar internasional.

Sekitar 12 persen perdagangan dunia melewati Terusan Suez, yang menghubungkan Mediterania ke Laut Merah dan menyimpan jalur laut terpendek antara Asia dan Eropa.

Kini dari kedua arah Terusan Suez ditutup setelah menimbulkan kamacetan, lupa satu kemacetan pengiriman terburuk yang terlihat dalam kira-kira tahun.

Datang Jumat pagi, berbagai jalan terus dilakukan. Mungkin memerlukan waktu sampai berminggu-minggu untuk membebaskan kapal raksasa tersebut.

SCA selalu mengatakan delapan kapal tunda sedang bekerja untuk mengubah kapal yang terjebak dengan diagonal melintasi bentangan daksina kanal Terusan Suez mulia jalur pada Selasa cepat setelah diterjang angin kencang dan badai debu.

Lawrence Brennan, seorang profesor kelautan dan norma maritim internasional di Universitas Fordham mengatakan, kerusakan fisik pada kapal bisa menyebabkan penyumbatan kanal dalam masa panjang.

“Pemilik kapal harus menilai, apakah ada kerusakan lebih tinggi. Foto-foto kemarin menunjukkan pesawat kandas keras dan buritannya mengapung. Dan itu agak-agak bisa menyebabkan kerusakan tambahan pada kapal, ” tambah Brennan kepada Al Jazeera.

“Jika pesawat ini pecah menjadi besar dan tidak dapat diapungkan kembali dan dipindahkan, itu akan menyebabkan blokade masa panjang dari kanal di dalam posisinya saat ini, ” ujarnya.

Peter Berdowski, CEO perusahaan Belanda Boskalis yang mencoba meluluskan kapal mengatakan, kepada agenda televisi Belanda Nieuwsuur, haluan dan buritan kapal telah diangkat ke kedua bagian kanal.

“Ini seperti ikan paus terdampar yang sangat besar. Itu beban yang sangat mengandung di atas pasir. Ana mungkin harus bekerja secara kombinasi pengurangan berat dengan memindahkan kontainer, minyak dan air dari kapal, kapal tunda dan pengerukan pasir, ” ujarnya.

Sinyal GPS kapal pada hari Kamis hanya membuktikan perubahan kecil pada posisinya selama 24 jam sebelumnya.

“Dua tim penyelamat profesional dari Belanda dan Jepang akan berjalan dengan otoritas lokal buat merancang rencana yang lebih efektif untuk mengapungkan balik kapal tersebut di terusan Terusan Suez, ” introduksi Evergreen Marine Corp. Taiwan.

Akibat tersumbatnya Terusan Suez di Mesir oleh kapal raksasa peti kemas MV Ever Given itu, lalu lintas pesawat terhambat dan dilaporkan berlaku penumpukan kapal. (*)