Masrun: Lobster Bisa jadi Ikon Kuliner Lombok Tengah Mendunia

TIMESINDONESIA, LOMBOK PUSAT – Calon Tumenggung Lombok Tengah, H Masrun menilai, potensi kelautan dan perikanan dalam Kabupaten Lombok Pusat memang melimpah dan losbter bisa menjadi ikon untuk Lombok Tengah mendunia.

“Saya pikir lobster ini sangat seksi. Ibarat emas putih, dia langka, punya gengsi, dan hanya ada di beberapa tempat saja termasuk Lombok Tengah. Lobster bisa menjadi ikon kuliner Lombok Tengah Mendunia suatu saat kelak, ” sebutan H Masrun, kepada TIMES Indonesia, Selasa (4/8/2020).

Ia mengatakan, potensi Lobster laut pada Lombok Tengah juga harus mulai digarap dan dikembangkan secara penanaman. Sehingga para nelayan tidak cuma menikmati nilai ekonomis dari biji Lobster tetapi juga manfaat dari hasil budidaya.

Patuh Masrun, hal ini perlu dilakukan agar produksi Lobster dewasa untuk konsumsi juga bisa ditingkatkan di daerah, dan selanjutnya bisa dikreasikan dan menjadi kuliner andalan daerah.

“Bayangkan kalau dalam kawasan selatan nanti dibangun tengah kuliner Lobster, dengan harga terjangkau dan mutu yang bersaing. Orang-orang dari penjuru Indonesia bahkan negeri akan datang hanya untuk menikmati Lobster Lombok Tengah, ” cakap Cabup pilihan PKB ini.

Lombok Tengah saat tersebut menjadi destinasi wisata yang berkelas internasional setelah KEK Mandalika ditetapkan sebagai destinasi superprioritas nasional. MotoGP 2021 juga akan melejitkan kawasan ini menuju destinasi mendunia.

Masrun berpendapat, sebagai destinasi wisata berkelas internasional, sektor wisata di Lombok Tengah harus bisa menjadi pemicu bangkitnya perekonomian dalam sektor lainnya termasuk pertanian, peternakan, dan perikanan kelautan.

Dari segi potensi kelautan serta perikanan, Lombok Tengah memiliki banyak komoditi baik ikan tangkapan, budidaya perikanan, rumput laut, bahkan Mutiara Selatan (South Sea Pearl). Semua ini bisa mengisi kebutuhan daerah pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga souvenir.

Potensi itu sudah di depan mata. Saat itu Pemprov NTB juga tengah menggelar kawasan Teluk Awang di Lombok Tengah sebagai klaster Minapolitan Lombok.

Menurut Masrun, Pelabuhan Perikanan Teluk Awang dan minapolitannya bisa menjadi pintu masuk pengembangan kuliner laut, dengan ikon sari Lobster nantinya.

“Kita bisa fasilitasi para nelayan, dengan pendampingan inovasi dan kreativitas, itu juga punya peluang membuka usaha kuliner yang bahannya dari itu sendiri, terlebih Lobster ini, ” tukasnya.

Masrun menguatkan, pemberdayaan nelayan juga harus menjelma tugas dan tanggungjawan perusahaan swasta yang berinvestasi di Lombok Tengah, termasuk perusahaan eksportir Lobster nantinya. Swasta bisa berperan strategis secara pola kemitraan dengan nelayan & kelompok nelayan, dan juga mensupport melalui program CSR mereka.

“Jadi semua sektor digarap bersama dengan pola partisipatif, termasuk Losbter. Saya yakin Lombok Sedang Mendunia bukan sekadar mimpi indah, ” tutur Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun. (*)