ingin-kuliah-di-jurusan-pariwisata-perhatikan-dulu-6-tanda-kepribadian-ini-1

Mau Kuliah di Jurusan Pariwisata? Perhatikan Dulu 6 Tanda Kepribadian Tersebut

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jurusan Pariwisata menjelma salah satu jurusan yang menyesatkan digandrungi mahasiswa di Indonesia. Hal itu mengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dengan potensi pariwisata atau industri pariwisata, bahkan penuh di antaranya telah mendunia.

Tidak hanya itu, luasnya cakupan industri pariwisata juga memungkinkan lulusannya untuk berkecimpung di berbagai zona. Mulai dari bagian front office, housekeeping, kitchen, hingga industri kuliner, semuanya dapat dieksplorasi sesuai minat dan kemampuan. Namun, tidak seluruh orang cocok dengan Jurusan Pariwisata.

Dilansir dari Batam Tourism Polytechnic (BTP), ada sedikitnya 6 tanda kepribadian seseorang yang mungkn cocok menimba ilmu menjadi mahasiswa di Jurusan Pariwisata. Apa sekadar?

1. Awak mampu beradaptasi di lingkungan pertama

Berkarier di industri pariwisata akan menghadapkanmu di dalam sejumlah ketidakpastian. Misalnya saja, jadwal kerja yang tidak menentu. Keadaan ini kamu mungkin bekerja pada shift pagi, tapi besok kudu bertugas di shift malam. Atau tim kerja yang selalu berganti seiring dengan perubahan jadwal di setiap harinya.

Ditambah teristimewa, kamu pun harus menghadapi pengunjung atau pelanggan dari latar buntut yang berbeda. Tentunya, hal-hal itu akan membuatmu serasa berada di lingkungan baru setiap harinya. Sedia tak mau, kamu pun dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara realitas di lapangan.

Namun, jangan jadikan ini larangan. Bagi banyak orang, hal itu justru dapat menjadi tantangan yang menyenangkan. Di satu sisi, dunia pekerjaan yang dinamis menjadikan pabrik pariwisata jauh dari kata membosankan. Selain itu, bertemu dengan penuh orang baru setiap hari juga akan semakin menambah wawasan serta pengalamanmu.

dua. Kamu punya kerja sama tim yang indah

Sebagai industri dengan divisi ataupun bagian yang beragam, kerja sebanding tim merupakan kunci untuk sanggup memberikan pelayanan terbaik. Saat menjelma front officer misalnya, kamu kudu mampu berkoordinasi dengan bagian housekeeping jika ada tamu hotel yang mengeluhkan kondisi kamarnya. Tanpa kerja sama tim yang baik, tak akan pernah ada layanan berkualitas yang dapat diberikan kepada tamu.

3. Awak bisa terima kritik tanpa ‘baper’

Sebagai industri yang mengutamakan kepuasan pelanggan, awak dituntut untuk selalu bersikap ahli, termasuk saat menghadapi kritik. Tidak jarang, dalam perjalanan karier di masa depan, kamu sesekali mau menerima keluhan, kritik, atau bahkan cacian dari para pelanggan.

Meski begitu, hal ini bukanlah alasan yang bisa mengizinkanmu untuk berperilaku tidak sopan. Tidak pula alasan sebagai perusak mood kerja. Karenanya, kamu harus sanggup menjadikan kritik sebagai salah utama masukan yang dapat menunjang pekerjaan, dan tidak ‘baper’ alias terbawa perasaan.

4. Kamu punya manajemen waktu yang baik

Bekerja di industri pariwisata akan menghadapkanmu pada beban kerja yang terlalu di waktu-waktu tertentu. Tak jarang, beban kerja ini harus diselesaikan dalam satu waktu sekaligus. Menetapkan mendapatkan hasil yang maksimal, kamu harus melengkapi diri dengan tata waktu yang baik.

Multitasking pun menjadi poin penting yang harus kamu perhatikan. Selain itu, pastikan pula kamu siap mengontrol emosi ketika menghadapi pekerjaan berat.

5. Kamu senang memikirkan strategi serta inovasi

Demi kelancaran sebuah usaha, dibutuhkan langkah-langkah strategis agar bisnis dapat bertahan dan berkembang. Ditambah lagi, ketatnya persaingan di industri pariwisata menuntutmu untuk menghadirkan inovasi dari zaman ke waktu.

Tentunya, strategi dan inovasi yang molek tidak dapat dihasilkan dalam zaman yang cepat. Dibutuhkan proses dan pengalaman yang akan membentuk daya pikir dan kreativitasmu.

6. Piawai di pelayanan

Industri pariwisata tentu tak bisa lepas lantaran layanan yang diberikan kepada konsumen. Di mana pun tempat kerja, apapun beban kerjanya, pastikan awak selalu melayani dengan sepenuh miring. Hal ini menjadi prinsip dengan harus dipegang oleh setiap pegiat di industri pariwisata, sehingga pelanggan memperoleh pengalaman yang baik & menjadi konsumen loyal.

Itu dia beberapa tanda yang bisa mengindikasikan bahwa kamu betul jadi mahasiswa di Jurusan Wisata. Coba tanyakan dan periksa di dalam diri sendiri, apa sudah pantas atau belum? Jika beberapa poin belum sesuai, lantas bersediakah awak untuk melatih diri? (*)