Melihat Tradisi Ngunjung, Ziarah Makam Leluhur Jelang Ramadhan

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – Ratusan peziarah memadati pemakaman kuno di Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/4/2020). Tradisi tersebut selalu dilakukan masyarakat setempat menjelang bulan Ramadhan 1441 Hijriah.

Di Indramayu, tradisi ziarah makam tersebut dikenal juga tradiai Ngunjung. Selain menjelang bulan Ramadhan, Ngunjung juga ijmal dilakukan masyarakat Indramayu-Cirebon pada bulan-bulan tertentu.

Juru kunci makam, Rijal (52) mengatakan, makam kuno yang dikunjungi warga merupakan makam Ki Buyut Suyem & Nyi Masniti

“Keduanya sepasang suami istri, dulunya pemberi tahu agama Islam pertama di wilayah sini, ” ujar dia, Kamis (23/4/2020).

Pada pemakaman ini selain menjadi tempat peristirahatan terakhir para warga setempat, dalam sana juga terdapat dua makam kuno yang konon dahulunya adalah tokoh penyebar agama Islam pada daerah setempat.

Kedua makam itu bertempat di suatu gedung putih yang berada di ujung belakang pemakaman dengan kesempatan masuknya yang terbuat dari tukul dan selalu dikunci.

“Ramainya itu setelah Ashar sampai malam jam 8, ada kira-kira ratusan sampai ribuan, ” ujar dia.

Tidak kecil pula peziarah mendatangi makam Ki Buyut Suyem dan Nyi Masniti yang dikeramatkan di pemakaman setempat.

Disampaikan Rijal, pada setiap hari Jumat pun, pemakaman setempat tetap dipadati oleh para-para peziarah.

Para peziarah ada yang terlihat tengah membersihkan makam leluhurnya masing-masing yang sudah tiada, ada yang berdoa, berzikir, menyekar dan lain sebagainya.

Sementara itu, seorang peziarah, Deni (40) mengatakan, sudah menjadi tradisi rutin pihaknya bersama keluarga melakukan kegiatan nyekar di pemakaman setempat sebelum Ramadhan sekaligus berziarah di makam Ki Buyut Suyem dan Nyi Masniti. “Nyekar ke makam bapak saya dan adik, ” ujar dia. (*)