Kustini-SP-a

Menahan Stunting, Pemkab Sleman Luncurkan ‘Pecah Ranting Hiburane Rakyat’

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Pemkab Sleman mencanangkan agenda inovasi ‘Pecah Ranting Hiburane Rakyat’. Program ini sebagai upaya percepatan penanggulangan stunting di wilayah Kabupaten Sleman.

Secara simbolis, peluncuran program tersebut dilakukan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Jumat (25/6/2021). Peluncuran ditandai dengan pemberian bagian makanan bergizi kepada ibu hamil dan balita pada The Alana Hotel, Berkepanjangan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sleman, dr Joko Hastaryo mengucapkan, program Pecah Ranting Hiburane Rakyat ialah Pencegahan Menyayukan Stunting Hilangkan Gizi Membatalkan Tingkatkan Ekonomi Rakyat.

Program ini merupakan pengembangan program sebelumnya, Berserakan Ranting yang telah ditetapkan di dalam Perbup Nomor 27 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Penanggulangan Stunting. Program ini juga untuk mengatasi stunting di tengah kondisi ekonomi masyarakat karena pandemi Covid-19.

Bupati Sleman Kustini SP masa peluncuran pemberian paket sasaran bergizi kepada ibu hamil dan balita di The Alana Hotel, Jalan Medan Tentara Pelajar, Sleman, Yogyakarta, Jumat (25/6/2021). (FOTO: Pemkab Sleman for TIMES Indonesia)

“Peningkatan ekonomi ini selalu merupakan komitmen serta pandangan misi dari bupati Sleman, ” kata Joko Hastaryo.

Joko memasukkan, program inovasi penanggulangan stunting dilakukan dengan pemberian makanan tambahan. Yakni, berupa 1 lauk yang mengandung zat putih telur hewani, terutama ikan, ayam, telur, dan olahannya.

Akses penyalurannya kendati didekatkan dengan menyediakan sasaran tambahan itu di warung-warung yang ada di pada setiap desa yang disebut Lepau Sembada yang akan meneruskan Makanan Tambahan (MT) sesuai menu gizi yang telah dibuat ahli gizi & Dinas Kesehatan Sleman.

Menurut Joko, program ini merupakan kerja serupa lintas sektor Dinas Kesehatan dengan Dinas Sosial Kabupaten Sleman. “Setiap sasaran akan mendapatkan MT tersebut selama satu periode yaitu 90 Hari, ” tegas Joko.

Bupati Sleman, Kustini SP mendukung sempurna program inovasi penanggulangan stunting tersebut. Menurutnya, program ini merupakan salah satu mengikuti inovasi usaha penanggulangan stunting terintegrasi.

Yakni, Dinas Kesehatan sebagai leading sektor, dibantu oleh Jawatan Sosial sebagai sektor yang memiliki anggaran untuk pembiayaan pemberian makanan tambahan, dan mempunyai binaan warung-warung yang membantu penyaluran Makanan Tambahan.

“Dengan adanya program ini diharapkan nilai stunting menurun, dan ekonomi masyarakat bisa meningkat, ” kata Joko.

Sebelumnya, Pemkab Sleman sudah menyiapkan berbagai regulasi terpaut Percepatan Penanggulangan Stunting. Diantaranya, Perda No. 16 tarikh 2019 tentang pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Perbup Sleman No. 31 tarikh 2019 tentang pencegahan perkawinan pada usia anak.

Juga, dan Perbup No. 27 tahun 2019 tentang program percepatan penanggulangan balita stunting, yang kemudian telah diubah menjadi Perbup No. 22. 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Stunting Terintegrasi.

Segala payung regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar Pemkab Sleman dalam melakukan kegiatan percepatan penurunan stunting yang melibatkan berbagai daerah di Kabupaten Sleman. (*)