Noor-Shodiq-Askandar-b

Ngopi Pagi: Percaya Diri

TIMESINDONESIA, MALANG – Sahabat ngopi pagi, salah mulia jalan sukses itu merupakan jika kita mempunyai keyakinan diri yang kuat sebagai salah satu modal kausa. Kepercayaan diri yang kuat bisa membuat orang membara dalam melakukan apa sekadar. Semangat inilah yang lalu mampu menghantarkan untuk berusaha lebih kuat dan lebih giat untuk mencapai objek yang diinginkan, diharapkan & dicita citakan. Semangat serupa yang menjadikan orang untuk terus bertekad menjadi lebih baik. Prinsip dasarnya, keadaan ini harus lebih indah dari kemarin. Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Jika hari esok itu tetap sepadan dengan hari ini, maka hanya kerugianlah yang didapat.

Kepercayaan diri juga menjadi faktor berpengaruh untuk menumbuhkan kepercayaan orang lain terhadap apa dengan kita tunjukkan dan barang apa yang kita hasilkan. Kepercyaan inilah yang merupakan factor penting dalam keberhasilan jalan. Orang mau melakukan barang apa saja, pasti dasarnya kepercayaan. Orang memakai baju dengan merk tertentu, karena faktornya percaya bahwa dengan tersebut akan bisa tampil lebih baik, lebih gagah, serta lebih elegan. Seorang perempuan menggunakan merk kosmetik tertentu, pasti didasari kepercayaan kalau dengan produk tersebut akan terlihat lebih baik & lebih cantik.

Oleh karena itu jika masih terdapat keraguan kepada kemampuan diri sendiri, oleh karena itu sebaiknya pelan tapi tentu mulai dikurangi dan kalau bisa dihilangkan. Logikanya mudah, bagaimana bisa membuat orang lain percaya, kalau kita sendiri ternyata masih ragu terhadap kemampuan kita, sedang ragu terhadap penampilan kita, masih ragu terhadap buatan kita, dan sejenisnya.

Islam sendiri pula mengajarkan tentang pentingnya membiarkan keraguan, menuju sesuatu yang sudah pasti. Keraguan cuma menjadikan orang tidak mengarungi dan hanya berhenti pada satu titik. Tidak tersedia perubahan dan tidak ada kemajuan. Semuanya stagnan di dalam satu posisi, dan makin bisa jadi mudur. Kenapa demikian? karena yang asing sudah melangkah lebih dulu, dan kemudian menjadikan dengan ragu akan ketinggalan. Pada sebuah hadits: dari Lebu Muhammad Hasan bin Ali bin Tholib, ia berkata “Aku hafal (sebuah hadits) dari Rasulullah saw: tinggalkan yang meragukanmu, lalu ambillah yang tidak meragukanmu (HR Tirmidzi dan menyebutkan kalau hadits ini Hasan & sohih).

Singkat kata, terus tumbuhkanlah kepercayaan diri yang kuat agar tetap kuat dalam berbuat. Disisi asing, jika keraguan terus memukul, maka segera ambil siasat terhadap yang diyakini saja dan sudah pasti untuk segera diupayakan. Insyaallah pada setiap ihtiyar, pada saatnya akan diketemukan jalan keluarnya. Bagaimana dengan sahabat ngopi cepat semua???

***

*) Oleh: Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang.

*) Tulisan Opini itu sepenuhnya adalah tanggung pikiran penulis, tidak menjadi arah tanggung jawab redaksi timesindonesia. co. id

___________

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang tulisan maksimal 4. 000 tanda atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected] co. id

**) Redaksi berhak tak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai secara kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.