Pemerintah Mulai Serius Tangani Semburan Udara Liar di Indramayu

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – Penanganan serius tetap dilakukan dalam menghadapi fenomena semprotan air gas liar di Indramayu, Jawa Barat. Penanganan dilakukan oleh pihak kecamatan, Pemerintah Daerah, hingga PT Pertamina EP Field Jatibarang.

Menurut Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dodi Dwi Endrayadi, fenomena tersebut sudah ditinjau langsung atau assessmen yang dilakukan oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) wilayah VII Cirebon.

“Kemudian fenomena itu juga sudah dirilis (dilaporkan) kepada Gubernur Jawa Barat artinya telah sampai ke pemerintah tingkat provinsi, ” tuturnya, Selasa (3/11/2020).

Dodi melanjutkan, berdasarkan petunjuk yang diterima, semburan gas berangasan di Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana, Indramayu ini, hingga saat tersebut masih terjadi. Namun, intensitasnya sudah berkurang dibanding saat muncul prima kali beberapa hari yang lulus.

“Saya belum mempelajari langsung ke lapangan. Cuma sejak Pertamina saat dihubungi via telepon semburannya sudah berkurang tidak laksana hari pertama kemarin, ” ungkapnya.

Fenomena semburan udara liar tersebut, lanjut Dodi, bukan kali pertama terjadi. Kejadian sebangun pernah terjadi pada tahun 2015, 2017, dan terbaru tahun 2020, dengan titik lokasi semburan dengan berbeda-beda.

Hanya selalu, tambahnya, titik lokasi semburan gas liar tersebut masih berada pada radius area sumur bor lama bekas Belanda. Titik semburan gas liar terbaru bahkan hanya bertelingkah kurang lebih 300 meter dari sumber BDA-02.

“Pemerintah Kabupaten Indramayu pun sudah mengambil sampel semburan gas tersebut untuk dilakukan uji laboratorium, ” ungkapnya.

BPBD Kabupaten Indramayu biar mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi titik semburan, perlu mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami meminta kelompok tidak mendekat ke lokasi itu semburan gas liar, kami juga mempelajari uji laboratorium soal limbahnya, jangan sampai berdampak ke masyarakat, ” jelasnya. (*)