Pemkab Morotai: Masyarakat Lahir Hingga Wafat Dapat Bantuan Sosial

Pemkab Morotai: Masyarakat Lahir Hingga Wafat Dapat Bantuan Sosial

TIMESINDONESIA, MOROTAI – Pemkab Pulau Morotai, Maluku Memajukan juga melakukan program pengentasan kemiskinan sebagaimana menjadi agenda Pemerintah. Tetapi, Pemkab Morotai melakukan inovasi dengan formulasi yang digunakan menyasar umum rentan atas kebutuhan hidup. Seperti ibu melahirkan, janda, warga wafat, menikah, disabilitas dan lansia buat diberi bantuan uang dengan jalan transfer.

Bupati Pulau Morotai Benny Laos berharap, tumpuan tersebut bisa meringankan beban klub. Selain itu, mendorong masyarakat buat lebih produktif lewat bantuan instrumen produksi yang sesuai dengan potensi SDM daerah.

Bupati menjelaskan, bahwa ada orang dengan terlahir dalam keluarga miskin & kurang berdaya. Bahkan dbanyak wadah ada orang lahir tanpa rumah (homeless), tanpa tanah (landess), minus kelengkapan fungsi anggota tubuh (disabilitas) serta keterbatasan fisik, sosial, serta kondisi rawan sosial dan ekonomi lainnya. Misalnya para lansia terlantar dan janda miskin (cerai mati) yang menjadi tulang punggung rumpun.

Ia tegaskan, umum dengan kondisi seperti itu tak mungkin diajak bersaing dengan karakter yang terlahir dalam keluarga beruang dan mampu secara fisik & ekonomi. Oleh sebab itu, lanjtnya meski ada anekdot “lebih cantik kasih kail dari pada meluluskan ikan”, tetapi Pemkab tetap meluluskan bantuan uang sambil mengarahkan supaya lebih produktif melalui program pemberdayaan dan bantuan sarana produksi.

“Pemda berusaha hadir bagi mereka sejak lahir hingga wafat, ” katanya, Selasa (24/11/2020).

Bupati menyebutkan, besaran bantuannya, khusus bagi keluarga miskin, diberi bantuan dengan rincian: Pertama, budak lahir akan mendapat Rp 3. 000. 000, uangnya ditransfer Rp 500. 000 per bulan, selama 6 kamar ke rekening orang tua.

Kedua, warga menikah, bakal mendapat Rp 3. 000. 000, uangnya ditransfer sekaligus ke rekening lupa satu mempelai.

Ke-3, Janda atau warga yang kondisinya rawan sosial ekonomi, Rp. 375. 000, uangnya ditransfer setiap triwulan, selama tahun berjalan.

Keempat, disabilitas, mendapat Rp. 250. 000. – per triwulan selama tahun berjalan. Kelima, Anak Yatim Piatu, Rp. 250. 000. kepala per triwulan selama tahun berjalan. Keenam, Lansia terlantar secara mental dan sosial, mendapat bantuan Rp. 750. 000. – per triwulan selama tahun berjalan dan ketujuh, Warga yang Meninggal, Ahli pengampu diberi Bantuan Rp. 3. 000. 000, uangnya ditransfer sekaligus ke ahli waris.

Disamping bantuan uang, Pemkab Morotai mendorong peningkatan kualitas hidup lewat pelepasan kebutuhan kesehatan, pendidikan wajib bersekolah enam belas tahun, pelatihan skill kewirausahaan, dan bantuan sarana produksi. Juga diberi akses memperoleh sandaran pertanian, mulai dari bongkar tanah hingga fasilitas pasca panen.

“Begitu juga dengan yang hendak mencari di laut pedengan nelayan diberi bantuan armada, corong tangkap, alat navigasi hingga asuransi dan fasilitas pasar atau disiapkan pembeli. Selain itu, kesempatan kerja juga terbuka bagi penyandang disabilitas, ” ucapnya.

Untuk mengakses bantuan sosial, Bupati sarankan masyarakat dapat mengajukan lewat Jawatan Kecamatan atau Dinas Sosial. Bahkan, dalam kondisi tertentu, jika semua syarat terpenuhi dapat langsung ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Substansi Daerah (DPKAD) untuk tindak tinggi, dengan estimasi waktu 3 hari. sementara khusus bagi janda, disabilitas, anak yatim piatu, dan lansia yang telah terdata di Jawatan Sosial akan menerima fasilitas itu melalui Kartu Morotai Sejahtera.

“Kami percaya, jika intervensi ini dilakukan terus-menerus, mudah-mudahan hendak mendorong mobilitas vertikal. Orang yang kini berada di bawah batas kemiskinan atau dengan kondisi sensitif, akan keluar menjadi masyarakat berguna, ” harap Bupati Pulau Morotai Benny Laos. (*)