Pelanggan-PDAM

Penyajian PDAM Gresik Dikeluhkan Pelanggan

TIMESINDONESIA, GRESIK – Pelayanan Kongsi Daerah Air Minum atau PDAM Giri Tirta di Kabupaten Gresik Jawa Timur dikeluhkan oleh konsumen karena air tak mengalir atau kondisi air yang keruh. Situasi itu membuat sebagian pelanggan mengambil air bersih.

Semacam yang terjadi di Perum Pondok Permata Suci (PPS) 2, Kecamatan Manyar. Sudah tiga pekan warga disana tidak teraliri air dari PDAM Gresik.

Pelanggan PDAM 2

“Hampir sebulan tak teraliri air. Akan tetapi saya lihat mulai kemarin suangi nyala, kalau pagi mati sampai sore, ” kata Aprilia, warga PPS 2 yang merupakan konsumen PDAM kepada TIMES Indonesia, Selasa (9/2/2021).

Dijelaskan bertambah jauh oleh Aprilia, kondisi itu membuat warga harus mengeluarkan uang untuk membeli air tangkian. Di dalam satu kibik air hanya mampu digunakan selama 3 hari. Buat keperluan mencuci, masak dan mandi.

“Perkibiknya Rp 40 ribu, kalau ditotal sampai sekarang lebih dari 5 kibik kami membeli air, ” kata dia, menambahkan.

Dia menyebutkan, sebelumnya warga memang mendapat bahan himbauang dari PDAM Giri Tirta bahwa ada gangguan distribusi jalur pipa arah Manyar pada 22 Januari 2021 lalu. Janjinya estimasi perbaikan selama 2×24 jam.

Faktanya, sampai palanggan tidak teraliri air PDAM sama sekadar. Sementara warga harus membayar langsung tagihan bulanan. “Janjinya tenyata omong kosong. Kami berharap, sebagai konsumen air mengalir lancar, ” harapnya.

Nasib yang sesuai diutarakan oleh Agung yang juga warga PPS 2. Dia mengatakan air PDAM mati ualai tanggal 22 bulan Januari 2020 morat-marit. Padhal, setiap bulan ia harus mengalokasikan dana untuk membayar.

Dia pun berharap, para-para pemangku kebijakan membuat terobosan supaya pelayanan air bersih di Gresik ini bagus dan pelanggan memiliki pelayanan yang sesuai.

” Setiap bualan bayar tirta PDAM nyatanya air juga sering mati, Jadi, saya harus kulak air perkibik 40 rb bisa di hitung sendiri berapa uang yang saya keluarkan selama tirta mati yang hampir satu kamar, ” ujarnya.

Tatkala itu, Dirut PDAM Gresik Siti Amninatus Zariah mengatakan, salah utama faktor tidak mengalirnya air pada wilayah tersebut karena tidak mampunya reservoar atau pompa untuk menjangkau.

Meski begitu, perempuan yang akrab disapa Risa ini terus berupaya melayani dan memenuhi cakupan pelayanan sebab merupakan bahan perusahaan.

“Kami meminta permasalahan yang terjadi saat ini tidak lantas menjadi berita tinggi. Kami akan fokus pada order dan terus berbenah, ” terangnya menanggapi pelayanan PDAM Gresik dikeluhkan pelanggan. (*)