UMKM-Karung-Goni

Pertamina Pacu UMKM Naik Kelas, Cara Karung Goni Jadi Produk Berkelas

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Program Kemitraan Pertamina menyasar hampir seluruh sektor usaha untuk diberdayakan menjelma mitra binaan.

Itu kemudian dibina hingga mampu memanifestasikan produk atau jasa dengan roadmap yang awalnya bersifat tradisional.

Menjadi UMKM naik posisi ke tahapan Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga mendunia dan mampu menembus pasar ijmal.

Seperti usaha yang dijalani oleh Tatik Nurhayati, walaupun mengandalkan karung goni sebagai tujuan dasar menciptakan produknya, ia tidak ingin karyanya terlihat tradisional maupun ketinggalan zaman. Pertamina pun tampil untuk memberi pendampingan terkait usahanya.

“Banyak sekali mendapat masukan baik lantaran segi kualitas bahan maupun coraknya agar lebih kekinian dan berkedudukan, ” ujar pemilik UMKM Rose Tulip ini, Rabu (24/3/2021).

UMKM-Karung-Goni-2.jpg Tatik memantau proses pembuatan kerajinan pada workshopnya, Jalan Wonosari Kidul, Surabaya, Rabu (24/2/2021). (Dok. Pertamina)

Alhasil, per menjadi mitra binaan Pertamina dalam tahun 2017 lalu, usahanya pula diakui makin berkembang. Baik lantaran segi volume produksi maupun pemasaran yang lebih heterogen untuk seluruh kalangan.

Beragam wujud produk diciptakannya. Di antaranya, tas dan dompet. Aksesori tersebut diberi motif alam seperti dedaunan, kembang, dan kayu-kayuan.

Sebelumnya, Tatik merupakan karyawan di sebuah perusahaan. Namun, dia memilih membatalkan diri dan memulai peruntungan pada dunia usaha.

Jalan pertamanya bilamana itu adalah kekayaan dekorasi rumah yang didominasi motif-motif alam dan berdesain vintage. Bersamaan dengan berjalannya waktu, Tatik pula merambah hingga memanfaatkan karung menggonjak ini.

Kesuksesan usahanya pun berdampak pada orang-orang dalam sekitar rumahnya di Jalan Wonosari Kidul Surabaya. Kini ia kendati dibantu 3 orang untuk melahirkan banyaknya pesanan yang mengalir.

Mereka adalah para tetangga dan ibu rumah tangga dengan dipekerjakan agar mendapat tambahan penghasilan ekonomi bagi keluarganya. Hal ini menjadi salah satu implementasi ESG dibidang sosial.

UMKM-Karung-Goni-3.jpg Proses memilih pelajaran goni untuk produk-produk tas dan dompet, Rabu (24/2/2021). (Dok. Pertamina)

Pemasaran produknya kini sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Terlebih setelah ia mendapatkan sejumlah tips & trik berjualan di media baik dari Pertamina.

Ia langsung mengaplikasikan dan segera merasakan dampaknya. Hingga kini ia bisa meraup omzet lebih dari Rp 10 juta tiap bulannya.

“Bagi yang penasaran bentuk produk kami bisa dilihat pada media sosial @kreasigonisurabaya, ” tuturnya.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina akan mendukung pengembangan produk istimewa dan kreatif seperti yang dilakukan Tatik.

UMKM itu akan terus dikembangkan Pertamina dengan besar pembinaan Go Digital, Go Modern, Go Online, hingga Go Global. “Kami optimistis para binaan akan mampu diajak berkembang dan terangkat kelas. Serta menerapkan SGGs point 8 dengan membantu orang pada sekitarnya dan mendukung pertumbuhan ekonomi, ” tutupnya. (*)