Ismail-Madjid

Pertimbangan Anggaran Triwulan I, Sekda Kota Gorontalo Ungkap Peristiwa Ini

TIMESINDONESIA, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha yang diwakili Sekda Kota Gorontalo Ismail Madjid mengikuti evaluasi Anggaran Triwulan I untuk Tahun 2021 yang dilaksanakan Pemerintahan Daerah Gorontalo, melui vicom, Selasa (20/4/2021), di Ruangan Kegiatan Wali Kota Gorontalo.

Dalam pemaparan, Sekertaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid mengatakan APBD Tanah air Gorontalo tahun 2021 totalnya Rp 1, 336, 726, 000, 000, yang dibagi dari belanja operasi Rp 945, 000, 000, 000 atau 70, 34 Obat jerih.

Sementara, untuk belanja modal, Rp. 387, 000, 000, 000, ataupun 28, 99 persen, serta belanja tidak terduga, Rp. 3 M lebih atau 0, 26 persen sebab total anggaran APBD praja Gorontalo tahun 2021.

“Di tahun 2020 sampai 2021 ini, praja Gorontalo untuk Dana Alokasi Umum (DAU) berkurang Rp. 54 M, sementara buat tahun 2019 lalu, berkurang Rp. 15 M, ” Kata Ismail Madjid era memberikan paparan terkait perkiraan Kota Gorontalo

Selain itu, kata Ismail, anggaran kelurahan pada tahun 2020 dengan jumlahnya sekitar Rp. 18 M, kini pada tahun 2021 sudah tidak ada lagi dianggarkan. Sementara untuk dana transfer Kota Gorontalo berkurang Rp. 97 M lebih.

“Untuk pembangunan fisik, tahun 2020 di Triwulan yang sesuai mencapai 25, 35 persen, namun di tahun 2021 ini, hanya mencapai 13, 35 persen saja. Tapi hal itu sudah menyusun mencapai 14, 76 obat jerih, dan realisasi keuangannya 10, 21 persen, ” jelasnya

Selanjutnya, sirih Ismail, untuk rencana bagian tahun 2021, pengadaan bahan dan jasa sampai dengan Rp. 200 juta, ada 1354 paket untuk Rp. 46, 386, 000, 000. Untuk pengadaan barang & saja yang di atas Rp. 200 juta sampai Rp. 2, 5 M, ada 111 paket, buat Rp. 76, 754, 000, 000.

“Untuk pengadaan barang dan kebaikan yang diatas Rp. dua, 5 M sampai 50 M, ada 20 bagian, itu sejumlah Rp. 172, 664, 000, 000. Buat anggaran suakelo, ada sekitar Rp. 74 M, ” ungkapnya

Meski begitu, kata Ismail, untuk Dana Insentif Daerah (DID) Kota Gorontalo, belum tersedia pencarian. Untuk Dana Bagian Khusus (DAK) masih tatkala perlengkapan administrasi. Ia menetapkan hal tersebut segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Namun, kata Ismail, di tahun 2021, pihaknya mengalami keterlambatan karena tersedia perubahan penggunaan Aplikasi Pola Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

“Keterlambatan itu, ikut bersama di pengadaan alkes di Rumah Rendah Otanaha atau Rumah Rendah Aloe Saboe, namun kita akan berusaha untuk secepatnya bisa di selesaikan, ” ujarnya

Tak hanya itu, Kata dia, insentif tenaga kesehatan dalam Rumah Sakit Aloe Saboe untuk COVID-19 juga menimbrung terdampak. Terhitung sejak tidak Agustus sampai bulan Desember 2021 belum ada realisasi insentif. Kurang lebih ada Rp. 5, 4 M yang belum terbayarkan.

“Semoga ke aliran, melalui Pemerintah Provinsi Gorontalo, dapat mendorong Kementrian Kesehatan untuk dapat merealisasikan Insentif tenaga kesehatan yang mengerjakan COVID-19, karena itu ialah kewajiban mereka, ” ucapnya

Dia serupa meminta ada percepatan pada pembangunan pasar Sentral dengan langsung di-monitoring oleh Balai Cipta Karya. “Kalau semakin lama kegiatan pembangunan pasar Sentral tertunda, yang ditakutkan akan berdampak kepada hal-hal yang tidak diinginkan, ” tutup Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid. (*)