Perut Simbah Kirimkan Tabungan dan Menimbulkan Jadi Relawan

Perut Simbah Kirimkan Tabungan dan Menimbulkan Jadi Relawan

TIMESINDONESIA, SEMARANG – Langkah kaki simbah Sumiati Sastro Kaelan (69) dan Setyabudi Sutanto (72) nampak terseok saat menaiki tangga teras rumah biro Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dengan kardus besar di tangan, mbah Sumiati nampak cukup pengganggu menapaki anak tangga itu.

Namun semangat duo simbah ini patut diacungi jempol. Tidak karena tetap energik di usia senja, namun kepedulian sosialnya dengan masih membara yang begitu memesona.

Pasangan suami istri berusia lanjut asal Jl Sidorejo Dr Cipto Kota Semarang itu sengaja mendatangi rumah dinas Ganjar Pranowo untuk menyampaikan bantuan. Tak banyak yang diberikan, hanya masker kain sebesar 100 buah dan uang tunai Rp 500. 000.

Niki kulo mbeto masker (ini hamba bawa masker). Niki duit sekedik monggo ditompo (ini uang sedikit silahkan diterima), ” kata Sumiati zaman bertemu Ganjar, Senin (11/5).

Selain itu, Sumiati selalu memberikan surat pengantar serta tampang hasil perjalanan spiritualnya. Buku itu diakuinya ditulis oleh salah seorang cendekia Undip Semarang dan berisi pesan moral untuk bangsa dan bernegara.

“Alhamdulilah oleh duit aku (alhamdulillah saya sanggup uang), ” canda Ganjar.

Namun belum selesai ngomong, Sumiati langsung menampis tangan Membalas yang memegang amplop berisi kekayaan sumbangannya. Dengan lucu, dia mengutarakan bahwa uang itu bukan buat Ganjar.

Mboten nggo njenengan (bukan untuk kamu), cuma menggunakan saja, ” ucapnya disambut tawa terpingkal-pingkal Ganjar.

Kepada Ganjar, Sumiyati mengatakan tergerak buat memberikan bantuan saat melihat gambar Ganjar. Salah satu kata yang membuatnya tergugah adalah saat Membalas mengajak semua orang untuk ngrogoh roso kamanungsan (merengkuh rasa kemanusiaan) untuk membantu sesama di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Lalu saya berdoa, supaya saya dengan tua ini bisa ikut membangun. Ndilalah ada anak-anak yang membuat masker dan dikasih saya, ada pula yang ngasih uang kemudian beta tabung dan saya berikan sekarang, ” ucapnya.

Meski tak penuh, namun masker dan uang dana itu lanjut Sumiati diharapkan berharta membantu pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. Bahkan, tak hanya memberikan tumpuan, Sumiati juga menawarkan diri menjadi relawan Covid.

“Saya dulu mantan perawat di RSUP Kariadi. Setelah suami kecelakaan pada tahun 1975, saya keluar dan fokus merawat suami. Sekarang nganggur dan merasa tubuh masih bugar. Jadi tolong pak Ganjar, beta mau jadi relawan untuk membantu tenaga medis menghadapi penyakit tersebut, ” ucapnya.

Apa yang disampaikan dua simbah itu membuat Ganjar terenyuh. Ia tak menyangka, meski usai senja, keduanya tetap peduli untuk ikut menolong dan bahkan mengajukan diri menjelma relawan.

“Saya terima bantuan masker dan uangnya ya mbah, terimakasih banyak. Nanti ana salurkan pada masyarakat yang membutuhkan, ” kata Ganjar.

Ganjar pun mengamini permintaan dua simbah itu untuk menjadi relawan. Namun bukan di rumah melempem, melainkan di lingkungan sekitar rumahnya.

“Njenengan membantu sesuai ini, sudah menjadi relawan. Kalau mau lebih, saya punya agenda jogo tonggo, menjaga tetangga biar tidak kelaparan. Monggo simbah berdua ikut berpartisipasi, menggerakkan lingkungan untuk peduli. Yang mampu membantu yang tidak mampu, yang kekurangan dibantu, ” ucapnya.

Jawaban Ganjar itu cukup memuaskan besar simbah itu. Keduanya berjanji, akan melaksanakan perintah Ganjar menjadi relawan jogo tonggo di lingkungannya. (*)