Petak-Petok

Petak Petok Chicken Pacitan, Inovasi Jualan Ayam Kampung

TIMESINDONESIA, PACITAN – Sukses mengembangkan bisnis ayam kampung Petak Petok Chicken, pengusaha muda asal Pacitan, Jawa Timur, Hanika Faris Pradana jadi meraup untung jutaan rupiah. Dalam sehari, dia mampu menjual 150 ekor mandung kampung, yang diolah di rumahnya di Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo.

Petak Petok Chicken, jalan yang dijalankan sejak 2018 lalu kini penjualannya laku manis. Selain dijual dalam kondisi segar, ayam daerah Petak Petok Chicken pula menyediakan yang sudah olahan dan siap saji.

“Bahan yang gres, tanpa pengawet, praktis, dan juga higienis, sehingga tenang untuk dikonsumsi setiap keadaan oleh anak-anak, dewasa maka orang tua. Tak kalah penting, ayam yang dijual merupakan hasil dari peliharaan secara alami tanpa disuntik bahan kimia, ” terang Hanika Faris Pradana, Selasa (30/3/2021).

Produk dengan ditawarkan berkualitas prima, ayam dikemas per ekor memakai kemasan rapi dan higienis, baik untuk ayam kasar, karkas maupun ayam saduran.

“Sementara olahan berupa ayam kampung ungkep, dikemas dengan utuh mulai dari kepala, cakar, daging maupun jeroannya. Untuk mulai harga Rp 40-Rp 50 ribu mandung mentah atau karkas, namun harga Rp 55 ribu untuk ayam kampung ungkep, ” tambahnya.

Tak kalah menariknya, mandung ungkep sudah termasuk tambahan sambal di dalam kemasannya sehingga konsumen yang giat dan tidak ingin kalut, praktis tinggal goreng.

Petak Petok Chicken menjualnya ke rumah sajian dan secara langsung secara sistem delivery order, mencuaikan reseller atau dropshipper, serta juga konsumen bisa membeli ayam kampung di rumah produksi Petak Petok Chicken Pacitan. (*)