Pembelajaran-matematika-dengan-metode-ular-tangga-di-SMP-PGRI-1-Cilacap

Praktikkan Merdeka Belajar Matematika, Siswa Mainkan Ular Tangga

TIMESINDONESIA, CILACAP – Materi peluang dalam mata pelajaran Matematika sering sulit dipahami oleh siswa kelas VIII SMP, karena tidak diajarkan sebelumnya di SD. Karena itu butuh strategi khusus dari guru untuk mengajarkannya.

Calon Guru Penggerak SMP PGRI 1 Cilacap Rochayati ternyata memiliki cara berbeda. Ia mengajak siswa memelajari materi peluang dengan bermain ular tangga, Selasa (13/4/2021).

Pembelajaran-matematika-dengan-metode-ular-tangga-di-SMP-PGRI-1-Cilacap-2.jpg

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan jumlah siswa terbatas, pembelajaran dilaksanakan di ruang perpustakaan sekolah. Mereka pun larut dalam asyiknya permainan.

Menurut Rochayati, materi peluang biasanya diajarkan para guru dengan mempraktikkan undian uang atau dadu biasa, kemudian menghitung nilai peluangnya.

“Kita kemas kali ini dengan permainan ular tangga, sehingga para siswa lebih tertarik karena ada tantangannya, ” ujar Rochayati.

Salah satu siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut, Dhian Kustanti mengungkapkan, belajar materi peluang dengan permainan ular tangga membuatnya lebih mudah memahami.

Pembelajaran-matematika-dengan-metode-ular-tangga-di-SMP-PGRI-1-Cilacap-3.jpg

“Asyik karena belajarnya sambil bermain ular tangga bersama teman. Saya sudah jenuh belajar di rumah sendirian. Ini menjadikan pembelajaran Matematika menyenangkan dan mudah dipahami, ” ungkap Dhian.

Sementara, Pendamping Guru Penggerak Heni Purwono yang melakukan observasi pembelajaran dalam pendampingan individu tersebut mengungkapkan, Calon Guru Penggerak saat ini sedang mempraktikkan pembelajaran berdiferensiasi dalam rangka praktik Merdeka Belajar yang berpihak pada siswa.

Hal ini merupakan progres yang cukup bagus dilalui para Calon Guru Penggerak di Kabupaten Cilacap. Mereka sudah memerhatikan dan mengondisikan suasana belajar agar nyaman untuk semua siswa.

“Saya pikir ini point yang cukup penting, menjadikan anak merasa nyaman mengikuti pembelajaran Matematika , salah satunya dengan pendekatan permainan, ” terang Heni. (*)