Puak Buddhayana Indonesia Amalkan Toleransi Semasa Bulan Ramadhan di Surabaya

Puak Buddhayana Indonesia Amalkan Toleransi Semasa Bulan Ramadhan di Surabaya

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Surabaya mengamalkan toleransi antar umat beragama. Salah satunya adalah kepada umat muslim dengan berada di Surabaya selama kamar Ramadhan berlangsung.

Taat Hudy Suharto perwakilan pengurus KBI, bulan Ramadhan tahun ini telah terjadi musibah pandemi Covid-19. Malang tersebut bersamaan pula dengan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

“Tentu berat ya, kami disini berusaha meringankan beban ahli kami di bulan Ramadhan tersebut, misal dengan membagikan sembako, nasi bungkus, dan takjil selama bulan Ramadhan, ” ujar Hudy Suharto, Minggu (24/5/2020) di Surabaya.

kbi-b.jpg

Lazimnya menurut Hudy, Vihara Buddhayana Dharmawira Center (BDC) selalu mengadakan kesibukan donor darah. Namun per kamar April 2020, kegiatan tersebut kubra dilakukan bertepatan dengan terjadinya wabah pandemi Covid-19. Maka dari tersebut Hudy menghimbau kepada para pendonor yang ada di data base BDC untuk melakukan donor pembawaan di PMI.

KBI tersebar di 26 Provinsi dan ratusan kota serta kabupaten. Menurut Hudy seluruhnya memiliki gerakan dengan sama yaitu memberikan support untuk sesama.

Dalam melakukan toleransi antar umat beragama. Pengikut Buddha menggunakan semboyan Cinta Berkelakar Universal. Sehingga cinta kasih seharusnya ada di manapun dan kapanpun bukan hanya di saat pandemi Covid-19 saja.

Oleh sebab itu dari itu doa umat Buddha selalu ditutup dengan bahasa Pali yaitu Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta yang berarti Semoga Semua Mahluk Berbahagia.

Penerapan toleransi tersebut merupakan ajaran umat Buddha. Mereka senantiasa mempraktekkan Dhamma (ajaran sang Buddha guru Agung) di kehidupan sehari-hari. Sehingga ajaran itu benar-benar dipraktekkan dan bukan sekedar teori saja.

Dalam agama Buddha juga diajarkan perkara kekayaan harta benda, jabatan, & lain-lain tidak akan dibawa pada kematian. Akan tetapi, amal kebijakan dan ibadah yang akan menghantarkan nama harumnya sepanjang masa.

Maka dari itu patuh Hudy, KBI selalu berupaya untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan dan tentunya terdampak wabah pandemi ini.

Dalam toleransi sendiri, Hudy mengatakan bahwa untuk bertoleransi maka hal sari yang dilakukan adalah dengan meluhurkan orang lain terlebih dahulu.

“Kita ambil contoh dalam ajaran agama Buddha tidak pernah tercatat dalam sejarah ‘Tumpah Pembawaan Karena Mengatasnamakan Nama Agama, ” ujar Hudy.

Jadi sangat jelas dalam agama Buddha bagaimana seorang manusia bisa bersenang hati. Yaitu dengan cara menciptakan mengecap aman untuk orang lain terlebih dahulu.

kbi-c.jpg

Bertepatan dengan hari besar umat Islam. Mewakili KBI Surabaya, Hudy mengucapkan ucapan selamat bagi umat muslim di seluruh Indonesia dan khususnya di Surabaya.

“Kami umat Buddha Nusantara mengucapkan kepada saudara-saudara kami umat muslim dimanapun berada. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, Mohon Maaf Tumbuh dan Batin, ” ucap Hudy.

Keluarga Buddhayana Nusantara (KBI) Surabaya berharap bahwa semua umat beragama, hendaklah intropeksi diri. Wabah pandemi Covid-19 ini mengajarkan manusia untuk kembali ke kodrat manusia untuk lebih mengutamakan keseimbangan alam dan menjaga alam dunia dengan lebih baik. (*)