Pulang Demi NKRI, Arya Garnida: Aku Nangis Saat Cium Merah Putih

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sempat lama menetap di Perth, Australia ternyata tidak membuat Sekjen PP GM FKPPI (Generasi Muda Lembaga Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) Ari Garyanida melupakan Tanah Air tercinta.

Bahkan ia memiliki kenangan emosional tersendiri saat mencium Si Merah Putih. Tetes air matanya bergulir. Lencana GM FKPPI ialah kebanggaan tak terkira yang berkecukupan membangkitkan semangat nasionalismenya mengabdi di dalam NKRI.

Ari Garyanida terinspirasi dari pengabdian sang abu. Putra mantan Kapolda Jawa Barat almarhum Komjen Pol (Purn) Dadang Garnida dan Hj Siti Suwarni tersebut rela meninggalkan segala kesejukan hidup di negeri orang.

Bahkan kala itu ia rela melepas jabatan sebagai asisten dekan di Faculty of international business, Curtin University of technology, Australia.

“Mungkin karena faktor orang tua. Kita sejak kecil udah melihat orang usang, banggalah sama wali. Pada zaman saya masuk GM FKPPI tersebut sudah nggak asing lagi, ” terangnya, Sabtu (25/7/2020).

Sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga, pria bernama lengkap Selaput Purnama Garyanida, B. Com., MIB. ini merasa telah disiapkan melanjutkan jejak sang ayah.

Sejak kecil ia diarahkan memasukkan berbagai cabang olahraga. Mulai atletik, marathon hingga bela diri. Ayahanda tercinta bahkan telah memakaikan behel sejak kecil. Agar giginya tampak rapi. Sementara dua saudara perempuannya, Ira Astriani dan Ayu Andriani justru tidak mendapat perlakuan sejenis.

“Bapak nggak kudu untuk langsung bilang kamu ke sana. Tetapi dari cara menyasarkan udah terlihat seperti itu, ” jelas mantan Ketua PD X GM FKPPI Jabar tersebut.

Kendati demikian, ia memperoleh bekal akademis yang mumpuni. Komjen Pol (Purn) Dadang Garnida dasar memberi perhatian besar terhadap pelajaran putranya tersebut.

Ari menuntaskan pendidikan dasar di SD Purnama Jakarta dan SMP 13 Jakarta. Selanjutnya ia terbang ke Australia melanjutkan masa SMA dalam Alexander College, Perth, Australia.

Masa kuliah ia melakoni di Curtin University of Technology, Australia (S1) Degree in International Business & Information System dan Curtin University of Technology (S2) Master of International Business.

Ayah dari dua karakter putra Syafiq Ardin Azzafran serta Qalisya Putridilia ini juga tahu bekerja di AEON Pty. Ltd (Australia). Tapi ibarat kata pepatah. Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya.

Serupa itu pula rupanya dengan masa bujang Dadang Garnida. Menempuh pendidikan pada berbagai sekolah luar negeri tiba India hingga Inggris. Namun ilmunya dibawa pulang ke Indonesia & diterapkan di kepolisian.

“Pada saat bapak masuk ToT (Training of Trainer), pangkat abu saat itu masih mayor, letkol tapi ngelatih jenderal-jenderal, ” ujarnya.

Kisah itu menginspirasi Ari Garyanida. Ia menuntaskan ideologi melalui keberhasilan dalam dunia pendidikan. Ari juga memperoleh status permanent residence (penduduk tetap) dari Pemerintah Australia karena memenuhi standar prestasi akademik yang tinggi.

Benar ia menjadi Asisten Dekan Faculty of international business, Curtin University of technology, Australia yang saat ini telah ia tinggalkan dengan seluruh pencapaian di sana.

“Di situ emang banyak melancarkan nah dari situ udah tiba nyaman, udah beristri udah gitu bapak nelpon saya. Itulah nasionalismenya muncul. Kamu dikirim ke kian itu bukan buat tinggal dalam sana. Kamu pulang ke sini baktinya di sini, ” ungkap Ari menirukan ucapan sangat abu kala itu.

Menetapkan sebuah pengabdian, Ari memutuskan pulang. Kendati segala kenyamanan harus dia tinggalkan. Ari melanjutkan karir pada PT. Garindo Persada Indonesia, PT. Garindo Persada Trans dan PT. Garindo Persada Betiga.

Saat pulang itu pula, dia mendapatkan tawaran berorganisasi menjadi pengurus GM FKPPI Jawa Barat. Tiba Bendahara GM FKPPI Jabar, Pengantara bendahara umum PP GM FKPPI hingga Ketua PD X GM FKPPI Jabar.

“Akhirnya saya ditarik diajak sebagai kader. Kalau saya kan tipikalnya jika mencari ruh-nya dulu. Apa sebenarnya organisasi ini, ” kata penghobi travelling dan baca buku tersebut menambahkan.

Sebagai organisasi yang besar dan disegani, menjadi pengurus GM FKPPI diakui Selaput adalah tanggung jawab cukup berat. Suami dari Intan Juliana, B. Com., ASA itu tak mau setengah hati. Ia harus memantapkan langkah.

“Pada waktu itu aku disuruh udah ini aja gantiin saya. Cuma saya itu belum dapat feelnya pada era itu. Akhirnya saya keliling ke Jabar udah kayak Pilgub. Keliling-keliling rayon, sampai tidur di ulama. Hanya ingin mencari ruh-nya, ” papar Ari Garyanida.

Selama perjalanan, ia melihat ketokohan para anggota GM FKPPI di daerah. Serta mengagumi akan buah hati mereka terhadap NKRI. “Memang kesayangan mereka terhadap organisasi dan NKRI itu luar biasa, ” pujinya.

Puncak pencarian tersebut, Ari memegang komando sebagai Ketua Pelaksana Latihan Kader Organisasi Level Madya (Latkordya). Ada sesuatu yang membuatnya meneteskan air mata.

“Pada saat malam obor unggun. Kita lulus itu cium bendera. Itu nangis saya. Kami menemukan ruh. Saya baru meniatkan diri menjadi pemimpin GM FKPPI Jabar, ” kenang pria kelahiran Banjarmasin, 13 Januari 1979 itu.

Melihat militansi asing biasa para anggota GM FKPPI membuat Ari Garyanida berdecak takjub. Maka, sejak memimpin di PD X GM FKPPI Jabar dia merumuskan berbagai program. Memegang filosofi pemimpin adalah pelayan.

“Saya lihat organisasi ini secara militansi nya luar biasa. Anak-anak loreng, nggak dikasih duit, ngumpul bareng. Nggak ada anggaran. Akan tetapi luar biasa. Pada saat itu misi saya adalah mencoba menggabungkan militansi mereka yang sudah ada, ” urai Ari.

“Saya berfikir apabila militansi ini jadi modalitas organisasi ini ada, kita serempet sedikit dengan kesejahteraan, tersebut langsung booming, ” sambungnya.

Tidak hanya itu selalu. Ia berfikir visioner. Membuat institusi strategis bersifat profesional praktis, memasang Lembaga Bantuan Hukum (LBH), koperasi, dan Lembaga Kajian Strategis.

Tujuannya, menampung ide serta gagasan para anggota sehingga bermanfaat dan memberikan kesejahteraan. “Kita salurkan ke pemerintah dengan cara dengan benar, ” jelasnya.

Selain itu, Ari menguatkan lembaga kaderisasi sebagai kawah candradimuka anggota GM FKPPI. Karir organisasi Arya Garyanida tersebut mengantarkannya menuju lembaga Sekjen PP GM FKPPI masa ini.

“Nah itulah kawah candradimuka mempersiapkan mereka sebagai kader yang profesional dan praktis yang selama ini kita jika, ” tuntas Sekjen PP GM FKPPI Ari Garyanida. (*)