Puluhan Karyawan Swasta Dibekali Pelatihan Kegawatdaruratan

Puluhan Karyawan Swasta Dibekali Pelatihan Kegawatdaruratan

TIMESINDONESIA, CIREBON – Puluhan karyawan Matahari Grage Mall Cirebon mengikuti pelatihan kegawatdaruratan, tentang pemahaman mengenai sandaran hidup dasar pada pengelola kemudahan umum di Gerai Matahari Grage Mall Cirebon, Jumat (11/12/2020).

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Public Safety Centre (PSC) 119 Kota Cirebon.

Besar UPT Unit Kesehatan Khusus PSC 119 Kota Cirebon, Weri membaca pemberian pelatihan ini untuk menyediakan pengelola fasilitas umum dalam penangaman kegawat daruratan dilingkungan masyarakat.

Menurutnya, pelatihan dasar teknis bantuan hidup dasar ini tak hanya diberikan kepada pengelola kemudahan umum, pihaknya juga telah menyampaikan pelatihan tersebut di lingkungan tingkat RW, Kelurahan, Instansi Pemerintahan, Supermarket, Perhotelan, tempat wisata, dan Petugas Satlinmas dibawah Satpol PP.

Ia memaparkan adapun teknis pelatihan dasar yang diajarkan sebab tim medis PSC, diantaranya sambung tangan kepada orang dengan kasus pendarahan, tersedak, penanganan jantung yang berehat, sesak nafas, dan lain sebagainya.

“Misalnya ketika pada tempat umum, tiba-tiba ada orang yang terkena serangan jantung di dalam kondisi waktu yang belum sungguh-sungguh lama, ketika diberikan pertolongan bantuan hidup dasar, maka diharapkan mampu tertolong, ” tuturnya.

Dokter PSC 119, Yoga berniat setelah dibekali pelatihan ini, manajer tempat umum bisa menerapkannya kalau terjadi hal-hal tersebut dengan jalan mengecek tanda-tanda vital, seperti denyut nadi dan pernafasan.

Selanjutnya, kata dia, pihak pengelola segera menelpon ke call centre 119 atau 112. Setelah petugas datang, petugas akan mengambil mendaulat penangananya, kalau setelah ditangani dengan cara kolaborasi ini kondisi penderita membaik, maka akan dihantar kembali atau menghubungi pihak keluarganya. Jika kondisinya perlu rujukan, maka hendak dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Tapi, saat mengabulkan pertolongan kegawatdaruratan, sebaiknya warga atau pengelola tempat umum tidak sendirian. Harus ditemani minimal 2-3 karakter. Kecuali yang mempunyai keahlian dan pengetahuan yang mahir dalam menyampaikan bantuan hidup dasar, ” ucapnya (*)