Sedia Berat Badan Turun saat Pandemi? Ini 9 Jenis Diet yang Efektif

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang mengharuskan karakter beraktivitas di rumah nyatanya serupa bisa mengacaukan pola makan. Banyak diantara kita yang mengalami kenaikan berat awak saat pandemi. Namun hal tersebut tentu dapat disiasati dengan diet sehat.

Jika dilakukan dengan benar, diet bukan hanya dapat menurunkan berat badan namun juga bisa dijadikan pola makan harian yang dapat membantu mengelola kesehatan tubuh. Jenisnya sekarang semakin beragam.

Semakin penuh pilihan diet yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan selalu keadaan kesehatan tubuh. Berikut tersebut beberapa jenis diet yang efektif turunkan berat badan sekaligus memberi kesehatan bagi tubuh yang dirangkum dari beberapa sumber:

1. Diet Vegan

Diet vegan berarti tidak menggunakan daging (termasuk unggas dan ikan), telur dan produk susu. Diet ini merupakan pola makan yang rendah lemak dan tinggi macet, sehingga efektif untuk menurunkan berat badan.

Pegiat diet vegan percaya bahwa pola makan dengan mengurangi konsumsi daging, telur, susu dan keju, terbukti bisa menekan jumlah lemak jenuh, kolesterol, dan kadar gula dalam darah.

Akan tetapi, ada kurang jenis produk hewan yang menyimpan nutrisi tertentu yang tidak bisa dipenuhi melalui diet vegan, seperti vitamin B-12, zat besi, vitamin D, kalsium, dan asam gemuk omega-3. Hal ini bisa menjelma kesalahan jika pelaku diet invalid menyeimbangkan nutrisi. Tetapi bisa diatasi dengan mengonsumsi multivitamin.

2. Diet Vegetarian

Berbeda dengan diet vegan yang ketat, diet vegetarian masih memperbolehkan konsumsi telur, produk susu, dan madu. Diet vegetarian juga dinilai ampuh dalam membantu penurunan mengandung badan.

Namun, diet vegetarian juga berpotensi membuat kita kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat putih telur dan kolin. Maka dari tersebut, penting untuk memperhatikan hal ini dan mencari cara mensiasatinya.

3. Diet Mediterania

Berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan U. S. News, para pakar kesehatan tubuh menilai diet mediteranian atau mediterranean diet menduduki peringkat pertama jenis diet terbaik karena efektif menurunkan dan menjaga kestabilan berat awak, mudah diikuti, tentunya menyehatkan.

Kunci diet yang terinspirasi dari pola makan masyarakat Eropa Selatan ini adalah

mengonsumsi ikan dan seafood, sayuran, telur, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, keju feta, roti berbahan dasar gandum, greek yoghurt, cokelat hitam, dan minyak zaitun.

Sementara gula, garam, daging merah, patra olahan, dan junk food dihindari sama sekali. Daging ayam serta unggas bisa dimakan sesekali & memperbanyak minum air putih.

4. Diet Paleo

Diet ini mengadaptasi ideal makan nenek moyang atau manusia purbakala. Makanan yang diperbolehkan buat dikonsumsi saat menjalani diet tersebut adalah buah-buahan, sayur-mayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan protein rendah lemak.

Pelaku diet paleo tak dianjurkan mengonsumsi gula, produk susu, produk gandum, dan makanan dengan diproses.

Diet paleo terbukti efektif dalam menurunkan mengandung badan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat harian. Selain itu, diet paleo juga mampu mengurangi kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.

5. Diet Kecil Karbohidrat

Seperti namanya, fokus diet ini adalah untuk mengurangi konsumsi karhobidrat contohnya beradu konsumsi nasi, roti, pasta, mi instan, roti dan kue, mengikuti minuman manis. Pola makan ini membatasi konsumsi karbohidrat harian menjelma hanya sebanyak 20-150 gram bagi harinya.

Untuk tetap mendapat asupan energi ketika melakukan diet rendah karbo, dianjurkan buat mengonsumsi jus buah dan smoothie, sayuran hijau, telur, buah-buahan, ikan dan seafood, daging tanpa lemak.

Diet rendah karbohidrat membuat tubuh untuk menggunakan energi lemak alih-alih dari karbohidrat. Macam diet yang satu ini benar berdampak pada penurunan berat awak, khususnya untuk orang-orang dengan mengandung badan berlebih dan obesitas.

6. Diet Keto

Mengurangi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak sehat, seperti alpukat dan ikan berlemak, merupakan pokok dari diet ketogenik.

Diet keto menurunkan berat lembaga dengan membuat tubuh menggunakan gemuk sebagai sumber energinya. Tapi gemuk yang dimaksud ini tentu lemak baik yang berasal dari alpukat, kelapa, kacang-kacangan, telur, keju, susu, yoghurt, biji-bijian, minyak ikan, & minyak zaitun.

Kemudian sayuran hijau, ikan, daging sapi dan ayam tanpa lemak. Untuk sayuran seperti wortel dan kentang justru harus dihindari karena mengandung tinggi pati.

Khasiat menjalani diet keto secara benar bisa berangsur mengurangi lemak awak sekaligus menjadi terapi untuk penderita diabetes tipe II dan anak-anak pengidap epilepsi.

7. Intermittent Fasting

Intermittent fasting adalah diet yang berfokus pada siklus antara puasa & makan. Diet ini tidak melarang mengonsumsi makan tertentu dan bertambah ke mengontrol jam makan.

Hasil diet puasa untuk pelakunya cukup berhasil menurunkan berat badan. Terbukti ada yang menjalani penurunan sekitar 3-8 persen semasa 3-4 minggu.

Sekalipun terbilang efektif, diet puasa hendak berdampak terhadap penurunan kadar gula darah. Jadi tidak dianjurkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan orang dengan kondisi gizi buruk.

8. Diet Dukan

Diet dukan adalah diet tinggi protein & rendah protein. Karbohidrat maupun lemak menjadi pantangan dalam diet Dukan. Biar demikian, pelaku diet diperbolehkan sajian sebanyak apa pun yang diinginkan, termasuk makanan berkalori sekalipun, asalkan makanan tersebut termasuk daftar diet Dukan.

Diet tersebut cukup efektif dalam menurunkan mengandung badan, meningkatkan metabolisme tubuh, dan mengurangi hormon ghrelin yang membuat rasa lapar. Namun diet tersebut dapat mengurangi manfaat asupan istimewa lain yang didapat dari sasaran lain, seperti buah-buahan, gandum, & kacang-kacangan.

9. Diet Atkins

Diet tersebut berupaya mengendalikan asupan karbohidrat, dan menggunakan lebih banyak protein serta lemak sebagai gantinya. Hanya selalu, efektivitas diet Atkins untuk menyandarkan dan mempertahankan berat badan sedang belum didukung hasil penelitian dengan kuat.

Diet Atkins menganggap, mengurangi karbohidrat akan membuat proses pembakaran lemak lebih efektif. Sebab, tubuh kemudian akan mengutamakan pembakaran lemak sebagai sumber energi. Ini yang dapat mendorong penurunan berat badan.

Namun, di samping manfaatnya, ada pula risiko diet Atkins yang menetapkan diperhatikan, seperti pusing, sakit besar, lelah, lemas, mual, diare, ataupun susah buang air besar. Hal ini terjadi akibat penurunan asupan karbohidrat.

Itulah 9 jenis diet untuk menurunkan berat badan juga menjaga tubuh ideal. Perlu diketahui bahwa tiap jenis diet memiliki fokus pengurangan berat institusi dengan cara berbeda dan mendatangkan efek samping berbeda pula. Sebab karena itu, konsultasilah dengan dokter sebelum memutuskan metode diet. (*)