Siapa Saja yang Boleh Menerima Zakat?

Siapa Saja yang Boleh Menerima Zakat?

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Derma (haruslah) diberikan kepada 8 (delapan) golongan yang telah disebutkan oleh Allah di dalam firmannya:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah diberikan kepada orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pekerja perkara zakat (amil zakat), orang-orang yang dijinakkan hatinya (karena baru menganut Islam), hamba sahaya yang cukup berikhtiar menebus dirinya untuk siap orang merdeka, orang-orang yang punya hutang (karena kepentingan agama), karakter yang berperang untuk agama Allah (tanpa gaji dari pemerintah) dan musafir yang kehabisan bekal di perjalanan”.

Zakat bisa diberikan kepada siapa sekadar dari mereka. Bila ternyata tak bisa didapat kesemuanya). Dan sedikitnya tidak boleh kurang dari 3 orang (yang harus diberi zakat) dari tiap golongan di untuk. Kecuali amil atau petugas derma (amil boleh hanya seorang).

Ada juga 5 (lima) orang yang zakat tak boleh diberikan kepada mereka: (a) karakter yang kaya uang atau pencaharian; (b) hamba sahaya; (c) Famili Hasyim; (d) Bani Mutalib; (e) orang non muslim.

Orang-orang yang nafkahnya menjadi keluarga orang yang zakat, tidak dapat zakat itu diberikan kepada itu (keluarga yang nafkahnya ditanggung muzakki), meski dengan alasan fakir bapet.

Dari Ibnu Abbas r. bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengutus Mu’adz ke jati Yaman –ia meneruskan hadits itu– dan didalamnya (beliau bersabda): “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di kurun mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. ” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.