Terkait Kampanye SARA di Pilbup Sidoarjo, Gakkumdu Periksa ZH

Terkait Kampanye SARA di Pilbup Sidoarjo, Gakkumdu Periksa ZH

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Sidoarjo terus mendalami video dukungan untuk pasangan nomor urut 2, Ahmad Muhdlor Ali-Subandi yang menyimpan isu SARA (Suku, Ras, Petunjuk dan Antar golongan). Video itu berisi pernyataan Zainal Hayat, Ketua MWC NU Tanggulangin, Sidoarjo saat ceramah di acara bulanan NU yaitu Lailatul Ijtima di kawasan Tanggulangin.

“Gakkumdu yang berisi dari Kejaksaan, Polresta dan Bawaslu Sidoarjo sepakat untuk mendalami video viral dugaan mendukung Paslon bagian urut 2 yang berbau CERAI BERAI tersebut, ” ucap Komisioner Bawaslu Divisi Penindakan Penanganan Pelanggaran Pemilu, Agung Nugraha ketika dikonfirmasi, jumat (6/11/2020).

Tim Gakkumdu yang terdiri dari unsur Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu sudah melaksanakan komunikasi dan mendiskusikan terkait masalah video tersebut dan memutuskan buat menindaklanjuti temuan ini.

“Kami sudah memanggil yang bersangkutan (Zainal Hayat) dan 6 orang saksi. Terkait ZH kami telah mintai keterangan, kami cecar dengan 35 pertanyaan. Pertanyaan dari penyidik Bawaslu soal peristiwa dan situasi dalam acara rutinan jajaran MWC NU Kecamatan Tanggulangin saat itu dilokasi. Kami juga akan melayani pendalaman atas apa yang disampaikan oleh tokoh keagamaan tersebut, apakah itu ada pihak yang menggerakkan atau tidak, ” ucapnya.

Terkait kandungan unsur BERARAKAN, Gakkumdu akan membahas bersama. Pokok Bawaslu butuh ahli bahasa untuk memastikan kandungan kata-katanya.

Terkait alasan ZH menyampaikan suruhan yang mengandung SARA tersebut, Istimewa menegaskan jika pihaknya belum mampu menyampaikan soal alasan itu.

“Soal dia juru aksi atau relawan salah satu paslon, hasil keterangan serta daftar timses paslon nomor 2 dari KPU Sidoarjo, ZH memang bukan ujung kampanye paslon tersebut, ” jelas Agung.

Sementara tersebut Zainal Hayat, usai diperiksa Bawaslu pada Kamis (5/11/2020) sore, segan memberi pernyataan dan langsung membelakangi kantor Bawaslu.

Diberitakan sebelumnya, dalam video berdurasi 2, 45 menit tersebut, Zainal Hayat sempat melontarkan dalam ceramahnya jika Bapak dan Ibu yang hadir di acara tersebut harus memastikan Pasangan Calon asli dari Sidoarjo yaitu no urut 2.

“Jika paslon 1 dengan jadi, di sana ada karakter PKS-nya, PKS itu ada HTI-nya. Jika Paslon Nomor 1 oleh sebab itu, maka Bapak dan Ibu nantinya diajak pakai celana cingkrang serta pakai cadar semua. Padahal kita ingin HTI menyingkir dari Sidoarjo, ” bunyi ceramah dalam gambar tersebut.

Dalam rekaman itu, juga berisi ajakan agar tidak memilih paslon nomor runtut 3 yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional (PAN). “Kalau Bapak dan Ibu jika pilih nomor urut 3 itu didukung PAN. PAN itu ialah grupnya Muhammadiyah, jika nomor 3 jadi maka Bapak dan Pokok di langgar atau mushola mengikuti masjid dilarang qunut. ” (*)