UIN Maliki Malang Gelar Webinar Sambut Kurban Secara Halal, Ini Hasilnya

TIMESINDONESIA, MALANG – UIN Maulana Malik Ibrahim atau UIN Maliki Malang menyelenggarakan webinar Nasional dalam rangka menyambut Idul Adha, Sabtu (25/07/2020). Acara webinar dengan juga diikuti Rektor UIN Sial Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Rektor UIN Malang menganjurkan sambutan dalam acara webinar Nasional dengan judul Kurban, Sembelihan Legal dan Kewajiban Sertifikasi Halal RPH/U.

“Kurban dan pemotongan dikaitkan dengan Idul Adha, itu sangat menarik. Saya teringat satu buku yang ditulis oleh Ali Sariyati. Buku tersebut menceritakan mengenai makna penting dari ngaji, termasuk kurban dan kehalalannya, ” ucapnya

Haris menjelaskan mengenai peristiwa kurban berawal dari hubungan antara Ibrahim (Bapak) dan Ismail (Anak). Ibrahim diuji oleh Allah SWT untuk mengorbankan apa yang dicintainya, melalui anaknya. Allah SWT menguji apakah Ibrahim betul-betul mencintainya atau tidak. Alhasil, Ibrahim betul-betul mengorbankan anak yang dicintainya. Kemudian, Allah memberikan penggantinya dengan hewan kurban karena keikhlasan hati Ibrahim.

“Apa yang dikorbankan oleh Ibrahim ini adalah dengan material dan immaterial yang unggul (halal), ” jelasnya

Masih kata Haris, kurban tersebut merupakan sunah yang sudah menjelma tradisi. Selain itu, wajib hukumnya untuk mereka yang mampu. Bagi yang berkurban harus diperhatikan kehalalannya, termasuk tata cara penyembelihannya. Pokok itu, lembaga yang bekerja pada bidang tersebut sangat penting buat memperhatikan kehalalan kurban.

“Hal ini dikarenakan halal bakal berpengaruh pada perilaku seseorang, ” jelasnya.

Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag menyampaikan bahwa semua kegiatan dengan dilakukan tersebut akan bermuara di dalam kecintaan kepada Allah SWT. Secara demikian, webinar Nasional dalam rancangan menyambut Idul Adha ini adalah suatu hal yang penting maknanya.

“Pada webinar itu kita akan diajarkan memaknai bagaimana halal itu dapat meresap ke dalam jiwa orang yang melakukannya. Allah SWT akan menerima sesuatu yang baik dan halal itu, ” tegas Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Abdul Haris, M. Ag. (*)