Vila Belajar Besemah Ajak Generasi Muda Belajar Aksara Ulu

Vila Belajar Besemah Ajak Generasi Muda Belajar Aksara Ulu

TIMESINDONESIA, PAGARALAM – Rumah Belajar Besemah (RBB) binaan Rumah Zakat dan Rumah Huruf mengajak generasi muda untuk melancarkan Aksara Ulu.

Upaya ini telah dilakukan dimulai lantaran mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Menulis Aksara Ulu di kawasan belajar RBB Jl. Nurdin Pandji, Belakang PU, Kelurahan Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara, Minggu (15/11/2020).

Menurut Kurniawan, Guru Aksara Ulu dikutip dari https://kurniawanpagaralam.wordpress.com, Aksara Ulu atau lebih dikenal dengan Surat Ulu digunakan secara pesat pada pertengahan abad ke-13 sampai dengan abad ke-19.

Menurut Yahmid, seorang tokoh Muhammadiyah dari dusun Nantigiri, penerapan Surat Ulu diperkirakan mulai berkurang pada zaman pertumbuhan dan kemajuan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

Kesultanan Palembang Darussalam dengan berhasil menyatukan masyarakat-masyarakat etnik di Sumsel (1659-1821) menjadikan Surat Melayu atau Surat Arab Gundul jadi tulisan resmi, sehingga Surat Ulu hanya digunakan secara lokal sebab masing-masing masyarakat etnik.

Setelah Kesultanan Palembang Darussalam dikuasai Belanda, semakin terpojoklah Surat Ulu, karena pemerintah Belanda menggunakan huruf Latin sebagai tulisan resmi, yang oleh nenek-moyang kita dikenal sebagai Surat Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, Indonesia menjadikan juga Surat Belanda (tepatnya aksara Latin modern a-b-c) itu sebagai gubahan resmi, nasional maupun internasional. Dengan demikian, tamatlah riwayat pemakaian Tulisan Ulu.

“Walau benar sampai sekarang pun belum tersedia jawaban pasti tentang kapan tiba munculnya surat Ulu, tetapi evaluasi munculnya surat Ulu bisa diteliti dari perkiraan usia megalit besemah, ” ungkapnya.

Megalit Besemah diperkirakan sudah ada kira-kira 2. 500 sebelum Masehi. Diantara temuan Megalit Besemah itu tersedia yang berupa batu besar dengan bertulis, bergores, atau berlukis. Goresan di batu-batu besar itulah diperkirakan merupakan cikal bakal Surat Ulu.

“Pagaralam adalah tanah air yang sangat kaya. Hasil alam melimpah, pesona alamnya indah, masyarakatnya ramah, bahkan tradisi dan budaya warisan leluhur tak ternilai harganya. Aksara Ulu termasuk warisan adat tak benda. Aksara Ulu natural dipakai masyarakat Besemah dahulu kala sebagai huruf tulis. Saat tersebut Aksara Ulu mulai dilupakan makin hampir punah. Maka dari tersebut, Rumah Belajar Besemah berinisiatif buat mencoba melestarikan Aksara Ulu secara cara mengajarkan Aksara Ulu pada generasi muda, ” ucap Gandi. (*)